طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ #menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim# اطْلُبُوْا الْعِلْمَ وَلَوْ بِالصِّيْنِ #tuntutlah ilmu walau hingga ke negeri Cina#

Kamis, 25 September 2014

Pemeriksaan BUMN oleh BPK


Di Indonesia terdapat 3 (tiga) kekuasaan tertinggi yang mengatur jalannya kehidupan bernegara. Tiga kekuasaan tertinggi ini kemudian dikenal dengan istilah trias politica yang dijadikan paham mendasar dalam ketatanegaraan Republik Indonesia. Adapun kekuasaan itu, meliputi (Djazuli, 2014):

1.       Kekuasaan legislatif yang dipegang oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Hal ini berdasarkan amanat UUD ‘45 Pasal 20 ayat (1). Kekuasaan legislatif di Indonesia merupakan kekuasaan dalam membuat Undang-undang.
2.       Kekuasaan eksekutif yang dipegang oleh Presiden. Hal ini diamanatkan melalui UUD ‘45 Pasal 4 ayat (1). Kekuasaan eksekutif di Indonesia merupakan kekuasaan yang memegang pemerintahan negara.
3.       Kekuasaan yudikatif yang dipegang oleh Komisi Yudisial (KY), Mahkamah Konstitusi (MK) dan Mahkamah Agung (MA). Hal ini juga telah diatur dalam UUD ‘45 Pasal 24 ayat (1). Kekuasaan Yudikatif memegang kekuasaan kehakiman yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakan hukum dan keadilan.

Sedangkan Badan Pengawas Keuangan (BPK) secara struktural menempati posisi khusus yang memegang kekuasaan auditif dengan tujuan untuk mendorong terwujudnya akuntabilitas dan transparasi pemerintah, department, badan/lembaga negara termasuk BUMN dengan objek pemeriksaan adalah keuangan negara (Djazuli, 2014). BPK melaksanakan pemeriksaan yang hasilnya akan dilaporkan kepada DPR yang secara khusus telah membentuk Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN).

Melalui pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK maka diharapkan BUMN yang secara nyata melaksanakan dan memegang jalannya perekonomi Indonesia mampu mewujudkan akuntabilitas dan transaparansi. Sebab akuntabilitas dan transaparansi merupakan pilar utama dari good governance. Konsep akuntabilitas diterjemahkan sebagai setiap individu, penguasa atau pejabat harus menyadari bahwa segala tindakannya berdampak kepada orang lain/masyarakat/publik, sehingga harus mempertanggungjawabkan segala tindakannya kepada publik yang menjadi konsumen pelayanannya (Deklarasi Tokyo). Terdapat 2 (dua) jenis akuntabilitas, yaitu (Djazuli, 2014):

1.       Akuntabilitas Keuangan, menekankan pada pertanggungjawaban integritas keuangan dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan, sehingga praktik-praktik penyimpangan, kecurangan dan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) dalam keuangan dapat dihindari.
2.       Akuntabilitas Kinerja, menekankan pada pertanggungjawaban atas penggunaan sumber daya publik secara efisien, ekonomis dan efektif (3E) dalam memberikan yang berkualitas sesuai harapan publik.

Sedangkan konsep transparansi diterjemahkan sebagai setiap program dan kegiatan pemerintahan terbuka untuk umum dan secara mudah dapat diakses oleh berbagai unsur yang memiliki perhatian, sehingga meningkatkan partisipasi mereka untuk turut mengontrol (check and balance) dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.

BPK melaksanakan 3 (tiga) jenis pemeriksaan yang berkenaan dengan keuangan negara, yaitu pemeriksaan keuangan, pemeriksaan kinerja dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu (PDTT). Pemeriksaan tersebut dilakukan BPK guna melaksanakan perannya dalam meningkatkan kesejahteraan sosial sebagaimana yang diamanatkan UUD ‘45 pasal 33 E. Kerangka pemeriksaan BUMN oleh BPK dimulai dengan mengidentifikasi urusan bisnis (profit motif) BUMN, dilanjutkan dengan pelaksana yang merupakan penguasa atau regulator BUMN yang diawasi oleh Kementrian BUMN hingga akhirnya kepada BUMN yang bersangkutan. Khusus untuk BUMN, sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa BPK lebih menekankan pada pemeriksaan dengan tujuan tertentu (PDTT). Hal ini disebabkan adanya pemikiran bahwa pada dasarnya pemeriksaan keuangan terhadap BUMN lebih banyak dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP).


Hasil pemeriksaan BPK dituangkan dalam laporan hasil pemeriksaan (LHP) yang memuat temuan, kesimpulan, dan rekomendasi. Setiap temuan dari hasil pemeriksaan PDTT BUMN yang dilakukan oleh BPK dapat terdiri dari satu atau lebih permasalahan seperti kelemahan sistem pengendalian intern (SPI), ketidakpatuhan terhadap ketentuan perundang-undangan yang mengakibatkan kerugian negara, kekurangan penerimaan, penyimpangan administrasi, ketidakhematan, ketidakefisienan, dan ketidakefektifan. Adapun bentuk-bentuk temuan ketidakpatuhan terhadap ketentuan perundang-undangan yang mengakibatkan kerugian negara pada perusahaan milik negara termasuk BUMN, ialah: (a) kekurangan volume pekerjaan dan/barang, (b) kelebihan pembayaran selain kekurangan volume pekerjaan dan/barang, (c) pemahalan harga (mark up), (d) belanja tidak sesuai atau melebihi ketentuan, (e) spesifikasi barang/jasa yang diterima tidak sesuai dengan kontrak, dan (f) kerugian lainnya. Sedangkan bentuk-bentuk temuan ketidakpatuhan terhadap ketentuan perundang-undangan yang mengakibatkan muncul/terjadinya potensi kerugian negara pada perusahaan negara termasuk BUMN, yaitu: a) piutang/pinjaman atau dana bergulir yang berpotensi tidak tertagih, b) ketidaksesuaian pekerjaan dengan kontrak tetapi pembayaran pekerjaan belum dilakukan sebagian atau seluruhnya, c) rekanan belum melaksanakan kewajiban pemeliharaan barang hasil pengadaan yang telah rusak selama masa pemeliharaan, d) aset dikuasai pihak lain, e) potensi kerugian lainnya (IHPS BPK, 2013). Kedua jenis temuan ini yang kemudian dijabarkan ke dalam beberapa turunan atas dua temuan sebelumnya, masuk sebagai kategori pengukuran kerugian keuangan negara.
readmore »»  

Penyertaan Modal Negara pada BUMN


Ada 3 (tiga) fungsi pemerintah dalam suatu negara, meliputi fungsi alokasi, distribusi dan stabilisasi (Djazuli, 2014). Adanya fungsi alokasi dimaksud karena adanya keterbatasan sumber daya yang dimiliki suatu negara. Dalam hal ini pemerintah berfungsi untuk menentukan seberapa besar dari sumber daya yang dimiliki akan dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan warganya akan barang-barang publik, dan seberapa besar sumber daya yang akan digunakan untuk memproduksi barang–barang swasta. Kemudian fungsi distribusi, pada fungsi ini pemerintah diharuskan mampu membuat kebijakan-kebijakan agar alokasi sumber daya ekonomi dilaksanakan secara efisien. Selain itu, pemerintah juga harus membuat kebijkan–kebijakan agar kekayaan terdistribusi secara baik dalam masyarakat, misalnya melalui kebijakan perpajakan, subsidi, pengentasan kemiskinan, transfer penghasilan dari daerah kaya ke daerah miskin, bantuan pendidikan, bantuan kesehatan, bantuan teknis bagi UMKM dan kegiatan lainnya yang dapat lebih memberdayakan masyarakat berpenghasilan rendah. Sedangkan fungsi stabilisasi adalah fungsi pemerintah untuk menjaga indikator-indikator ekonomi makro dapat dikendalikan, misalnya inflasi, suku bunga, uang beredar. Di samping itu, fungsi stabilisasi juga menyangkut pengendalian kondisi politik dan keamanan agar kondusif sehingga pelaku usaha dapat melaksanakan aktivitas usahanya dengan baik. Jadi dapat disimpulkan bahwa, peran pemerintah pada ekonomi dalam rangka menciptakan kesejahteraan masyarakat, ialah meliputi (Djazuli, 2014):

1.       Mengelola aset negara secara efisien dan efektif untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat
2.       Mengelola APBN/APBD untuk pencapaian tujuan bernegara
3.       Membuat kebijakan ekonomi untuk memperjuangkan kepentingan nasional

Pendirian BUMN ialah wujud manifestasi peran negara dalam ekonomi. BUMN merupakan badan milik negara yang pembentukannya ditetapkan dengan UU, termasuk penyertaan modalnya yang juga ditetapkan dengan UU. Mekanisme tersebut dilakukan karena penyertaan modal tersebut menggunakan uang rakyat. Sebagaimana yang telah dijelaskan di awal bahwa BUMN merupakan badan usaha yang sebagian maupun keseluruhan modalnya bersumber dari penyertaan modal negara (UU BUMN Ps 1 (1)). Untuk Perum, seluruh modalnya berasal dari negara, sedangkan Persero sekurang-kurangnya 51% saham perusahaan adalah milik negara (UU BUMN Ps 1 (2), Ps 36 (1)). Penyertaan modal negara pada BUMN diatur dalam peraturan pemerintah Nomor 44 Tahun 2005 mengenai Tata Cara Penyertaan dan Penatausahaan Modal Negara pada BUMN dan PT. Dimana dalam Peraturan Pemerintah tersebut dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan penyertaan modal negara adalah pemisahan kekayaan negara dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) atau penetapan cadangan perusahaan, dan dikelola secara korporasi. Sumber penyertaan modal negara yang berasal dari APBN yang berupa dana segar, proyek-proyek yang dibiayai dari APBN, piutang negara pada BUMN, atau PT serta aset-aset negara lainnya berupa keuntungan revaluasi aset dan/agio saham. Setiap penyertaan modal negara atau penambahan penyertaan modal ke dalam BUMN atau PT yang berasal dari APBN ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah (PP No.44/2005 Ps 2 (1),(2),(3), Ps 3 (1)). Hanya saja merujuk pada pasal 4 Peraturan Pemerintah tersebut, maka dijelaskan bahwa setiap penyertaan dan penambahan penyertaan modal negara yang dananya berasal dari APBN dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai Keuangan Negara. Penjelasan mengenai pasal 44 PP Nomor 25 Tahun 2005 tersebut menyebutkan bahwa peraturan perundang-undangan yang dimaksud adalah UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Hal ini jelas menimbulkan penafsiran yang berlawanan, dimana penyertaan modal negara yang dimaksud UU Keuangan Negara maupun UU Perbendaharaan Negara adalah termasuk dalam lingkup pengertian kekayaan negara (Kusmono 2008: 88).


Penafsiran yang berlawanan tersebut kemudian diluruskan dengan hadirnya Peraturan Pelaksana dari Menteri Keuangan Nomor 96/PMK.06/2007 tentang Tata Cara Pelaksanaan Penggunaan Pemanfaatan dan Pemindahtanganan Barang Milik Negara (Kusmono 2008: 88). Hal ini dikarenakan wewenang penatausahaan kekayaan negara termasuk penyertaan modal negara atas BUMN maupun PT dilaksanakan oleh Menteri Keuangan agar terciptanya tertib administrasi pada aktivitas tersebut (Penjelasan PP No.44/2005). Dalam Peraturan Pelaksana Menteri Keuangan dipertegas bahwa yang dimaksud dengan penyertaan modal negara ialah pengalihan kepemilikan barang milik negara yang semula merupakan kekayaan negara yang tidak dipisahkan menjadi kekayaan negara yang dipisahkan untuk diperhitungkan sebagai modal/saham negara pada BUMN, BUMD, atau badan hukum lain yang dimiliki negara/daerah. Serta tujuan dilakukannya penyertaan modal negara dalam rangka pendirian, pengembangan, dan peningkatan kinerja BUMN/BUMD atau badan hukum lain yang dimiliki negara/daerah, dengan pertimbangan barang milik negara tersebut akan lebih optimal apabila dikelola oleh BUMN/BUMD atau badan hukum lain yang dimiliki negara/daerah, baik yang sudah ada maupun yang akan dibentuk (Kusmono 2008: 89). 
readmore »»  

Kinerja Keuangan BUMN


Total aset yang dikelola BUMN mencapai 2 (dua) kali APBN Indonesia yang belanjanya mencapai Rp1.435 Triliun. 147 BUMN yang ada di Indonesia sejak 2010 mengelola aset sebesar Rp2.513,1 Triliun, pada tahun 2011 meningkat menjadi Rp2.969,1 Triliun kemudian di posisi per 31 Desember 2012 aset yang dikelola BUMN bernilai Rp3.550,5 Triliun. Selain aset yang diungkapkan pada neraca, BUMN juga mengelola aset yang belum dinyatakan dalam laporan keuangan, yaitu berupa Bantuan Pemerintah yang Belum Ditetapkan Statusnya (BPYDS). Pada tahun 2010, BPYDS pada BUMN bernilai Rp47,5 Triliun yang kemudian pada tahun 2011 turun menjadi  Rp42,6 Triliun dan kemudian turun kembali menjadi senilai Rp36,5 Triliun (Djazuli, 2014).

Pada tahun 2010, 2011, dan 2012 secara umum BUMN berhasil membukukan keuntungan. Pada tahun 2010 dari 145 BUMN yang dimiliki negara, sebanyak 126 BUMN atau sekitar 86,9% berhasil membukukan laba. Nilai laba yang diperoleh oleh 126 BUMN tersebut yaitu mencapai Rp100,8 Triliun sedangkan nilai kerugian yang diderita oleh 19 BUMN lainnya mencapai Rp1,9 Triliun  sehingga laba bersih yang dibukukan oleh BUMN pada tahun 2010 yaitu sebesar Rp98,1 Triliun. Nilai laba yang diperoleh tersebut, jika dibandingkan degan total aset yang dimilikinya maka diperoleh Return on Investment (ROI) secara agregat sebesar 3,93%. Kinerja keuangan BUMN cenderung menurun pada tahun 2011 jika dibandingkan dengan kinerja keuangannya pada tahun 2010. Hanya 119 BUMN yang membukukan laba dari sekitar 144 BUMN yang ada atau hanya sebesar 82,6% BUMN yang membukukan keuntungan dari keseluruhan total BUMN pada tahun 2011. Nilai moneter keuntungan yang diperoleh oleh 119 BUMN tersebut hanya mencapai Rp116,1 Triliun, sedangkan 25 BUMN lainnya membukukan kerugian dengan nilai mencapai Rp3,7 Triliun. Sehingga keuntungan bersih yang diperoleh oleh 144 BUMN secara keseluruhan pada tahun 2011 hanya mencapai Rp112,4 Triliun atau nilai ROI yang dicapai adalah setara dengan 3,79% (Djazuli, 2014).

Kinerja keuangan BUMN meningkat pada tahun 2012. Dari 143 BUMN yang ada pada tahun itu, tercatat 124 BUMN berhasil membukukan laba dengan persentase sebesar 86,7%. Nilai moneter keuntungan yang berhasil dicapai BUMN tersebut adalah sebesar Rp143,1 Triliun. Kerugian yang dialami oleh 19 BUMN lainnya pada tahun yang sama adalah sebesar Rp2,2 Triliun sehingga keuntungan bersih yang dikumpulkan oleh BUMN secara keseluruhan yaitu mencapai Rp140,8 Triliun atau setara dengan ROI sebesar 3,97% dan meningkat jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya (Djazuli, 2014).

Selama tahun 2010 hingga 2012, BUMN telah memberikan masukan bagi negara berupa dividen sebesar Rp28,3 Triliun pada tahun 2010. Namun, di tahun 2011 dividen yang dibagikan BUMN pada negara mengalami penurunan menjadi sebesar Rp26,2 Triliun. Kemudian di tahun 2012 dividen yang diserahkan BUMN pada negara kembali meningkat menjadi senilai Rp30,3 Triliun. Porsi sumber dividen terbesar disumbangkan oleh PT Pertamina yang kontribusinya mencapai 33,57% pada periode 2010, 21,43% pada tahun 2011 dan 23,92% di tahun 2012 (IHPS BPK, 2013).


Beberapa BUMN di Indonesia memiliki anak perusahaan. Adanya anak perusahaan pada BUMN menyebabkan transaksi yang dijalankan BUMN akan semakin rumit sebab memerlukan laporan konsolidasi bersama induk perusahaannya. Transaksi yang semakin kompleks pada perusahaan dengan sistem induk-anak ini memungkinkan terjadinya penyimpangan dan kecurangan, sehingga kontrol atau pengawasan diperlukan dalam mencegah kecurangan yang berpotensi menimbulkan indikasi kerugian keuangan negara.
readmore »»  

Pengertian dan Peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN)


Keberadaan BUMN di Indonesia adalah salah satu wujud keikutsertaan negara dalam pengembangan perekonomian, serta menjadi instrument negara dengan tujuan untuk mencari keuntungan. BUMN memberikan pelayanan publik yang tidak bisa diberikan oleh lembaga-lembaga negara dengan alasan benturan regulasi. Menurut Nugroho (2005) ada 3 (tiga) alasan didirikannya BUMN di Indonesia. Pertama, BUMN adalah wadah bisnis dan merupakan aset asing yang dinasionalisasikan; kedua, BUMN adalah agent of development, dimana BUMN mengendalikan sektor industri yang dibutuhkan masyarakat Indonesia sedang sektor swasta tidak dapat memasukinya; ketiga, pendirian BUMN mengisyaratkan bahwa pemerintah mengupayakan untuk membangun industri strategis berkenaan dengan keamanan negara.

BUMN terdiri atas Perusahaan Umum (Perum) dan Perusahaan Persero (UU BUMN Ps 9). Adapun yang dimaksud dengan Perum adalah badan usaha yang seluruh modalnya dimiliki negara dan tidak terbagi atas saham. Perum bertujuan untuk kemanfaatan umum dengan memproduksi barang/jasa berkualitas tinggi, serta mengejar keuntungan sebagaimana prinsip pengelolaan perusahaan (UU BUMN Ps 36 (1)). Perum lebih mengutamakan terwujudnya kesejahteraan umum disamping mengejar keuntungan semata. Artinya meski mengejar keuntungan, namun keuntungan tersebut dipergunakan demi pemenuhan kebutuhan masyarakat dan mewujudkan kesejahteraan umum yang merupakan kewajiban negara terhadap warga negaranya (Abdulkadir 1995: 112). Sedangkan Persero adalah BUMN yang berbentuk Perseroan Terbatas yang kepemilikannya terbagi dalam saham yang seluruh atau paling sedikit 51% sahamnya dimiliki oleh negara Republik Indonesia yang tujuan utamanya mengejar keuntungan (UU BUMN Ps 1 (2)). Oleh karena berbentuk Perseroan Terbatas (PT), maka Persero juga tunduk pada ketentuan dan prinsip yang mengatur mengenai PT yang kemudian ditetapkan dalam UU PT.

Sebagai salah satu pelaku ekonomi di Indonesia bersama sektor swasta, BUMN memegang peranan penting dalam perekonomian (Latar Belakang UU BUMN), terutama BUMN yang berbentuk Persero, dikarenakan tujuan utamanya ialah mencari keuntungan (UU BUMN Ps 1 (2)) di samping memberikan pelayanan publik bagi masyarakat. BUMN juga disebut sebagai organisasi hibrid jika ditinjau dari sisi keuangan. Sebab, BUMN mengelola 2 (dua) jenis dana yang terdiri atas dana privat (swasta) dan dana publik keuangan negara. Sebagaimana dijelaskan dalam UU BUMN pasal 1 ayat (1) bahwa Badan Usaha Milik Negara adalah badan usaha yang seluruh maupun sebagian besar modalnya dimiliki oleh negara melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan. Oleh karena itu, BUMN harus melaksanakan 2 (dua) fungsi yang berbeda sekaligus, yakni menjalankan bisnis guna memperoleh keuntungan dengan mengikuti tata kelola yang baik (governance), namun di sisi lain, BUMN juga dituntut mampu berperan sebagai organisasi publik yang dapat memberikan pelayanan publik. Kedua kepentingan dan tujuan tersebut harus dijalankan melalui pengelolaan yang baik pula (Djayanto, 2007 dalam Kusmono, 2008).

Selain itu, penyertaan modal negara yang digunakan BUMN dalam aktivitas bisnis mengupayakan BUMN untuk dapat merealisasikan perannya sebagai agent of development (Kusmono, 2008). Peran BUMN tersebut salah satunya direalisasikan dengan cara mendampingi tumbuhnya sektor usaha kecil dan mikro yang dijalankan masyarakat ataupun swasta hingga mampu memenuhi kebutuhannya sendiri (Kusmono, 2008). Di samping itu, dalam konteks pembangunan, BUMN memiliki beban moral untuk menyerap tenaga kerja yang besar sehingga mampu menghasilkan produk, baik barang maupun jasa yang secara kualitas dan  kuantitas berdaya saing (Kusmono, 2008: 13). Dengan harapan mampu selaras pada tujuannya dalam mengejar keuntungan sebesar-besarnya dan meningkatkan profitabilitas perusahaan (Kusmono, 2008). Dalam hal ini, fungsi negara adalah mengawasi jalannya aktivitas bisnis, persaingan/kompetisi yang dijalankan BUMN (Kusmono, 2008). Sehingga di samping fokus pada profitabilitas perusahaan, BUMN juga dapat diarahkan untuk tetap memberikan porsi tertentu pada pelayanan publik serta memberikan perhatian khusus bagi sektor-sektor primer masyarakat dengan ketentuan yang ditetapkan negara melalui undang-undang demi terwujudnya kesejahteraan (UU BUMN Ps 66 (1),(2)).
readmore »»  

Si Reot Penghubung Kepedulian Kita

Jembatan besi berlapis seng itu beberapa kali ditambal. Lalu lalang kendaran roda dua makin menambah rapuhnya fasilitas penghubung jalan utama dan kampung penduduk itu. Tadinya masyarakat bergilirian membenahi lubang-lubang kecil yang menganga di sepanjang jembatan. Apa boleh buat pikir mereka, dari pada roda motor mereka harus oleng tergelincir lubang jembatan. Di kolong jembatan, aliran Ciapus bisa saja menghanyutkan warga yang apes terjatuh dari atas jembatan tersebut, meski belum pernah terjadi, tapi mereka patut siaga kalau-kalau naas menimpa mereka.


Aneh memang, kurang dari 50 m berseberangan, jembatan lain yang lebih megah berdiri kokoh. Berhias bendera berwarna-warni, umbul-umbul tawaran diskon dan tarif makan murah bergantungan di kanan dan kiri jembatan seberang nan megah itu. Tapi sayang, masyarakat kampung tak bebas lalu lalang dan menggunakan fasilitas penghubung ini, meski jembatan kokoh itu bisa saja jadi alternatif lain bagi warga kampung untuk menyeberangi Ciapus, selain jembatan kampung yang telah reot rupanya. Jembatan nan kokoh itu, meski lebih kuat, aman dan nyaman untuk dilewati, namun ia bukanlah fasilitas umum. Jembatan kokoh tersebut khusus diperuntukan bagi pelanggan salah satu lokasi makan dan sekaligus wisata kenamaan di daerah Bogor. Sudah bisa dipastikan, hanya mereka para pengendara roda empat yang bisa menyambanginya.


Lebar jembatan reot warga Kampung Cadas tidak lebih  dari setengah meter saja; jika lalu lalang padat di atasnya, maka warga kampung terpaksa mengantri menunggu giliran lewat, baik pejalan kaki maupun pengendara roda dua. Tapi kita harus sabar pada irama klakson yang berderu-deru ketika kita menyebrang. Dan pastinya sangat diskriminatif bagi pejalan kaki yang melintas, sebab mengharuskan mereka melintas secepat kilat agar roda dua lain bisa segera menyerang. Berbeda halnya dengan jembatan wisata seberang nan megah. Ia bahkan tidak digunakan sebagaimana mestinya. Jembatan kokoh ini beralih fungsi bukan lagi menjadi penghubung jalan utama dan tempat wisata itu. Tapi ia hanya menjadi objek potret dan fose selfie para pelancongnya, yaitu para wisatawan yang terkesima dengan view wisata perkampungan sepanjang aliran Ciapus. Miris, inilah gap yang begitu nyata.
Warga Kampung Cadas hanya beberapa gelintir saja yang sadar akan keamanan fasilitas penghubung kampung mereka itu. Beberapa warga berganti-gantian membenahi jembatan reot ini. Sedang yang lain bak raja yang menunggu hasil dan tinggal leluasa menggunakan fasilitas yang telah terbenahi. Akibatnya, segelintir warga yang sadar tadi jadi malas dan enggan berkontribusi lagi, sebab yang lain hanya tinggal nunggu hasil. Akhirnya, hingga awal tahun 2014 kemarin, kondisi jembatan reot warga Cadas belum juga rampung terbenahi.


Merasa terpanggil akan kondisi ini, beberapa mahasiswa yang peduli pada Kampung Cadas pun bergerak cepat. Lokasi kampus yang berjarak beberapa meter dari tempat wisata dan Kampung Cadas menjadi alasan kepedulian kami. Awalnya satu per satu aktivis kampus datang untuk berdiskusi dengan ketua RT Kampung Cadas untuk menggelar gotong-royong dan pembenahan kondisi jembatan utama warga kampung tersebut. Namun, setelah lama berdiskusi, masalah utama yang masih mengganjal tindakan lebih lanjut ialah sumber dana perbaikan jembatan. Ide yang coba ditawarkan mahasiswa ternyata belum bisa sepenuhnya diterima. Pasalnya, kami menyarankan untuk patungan bersama. Dengan harapan jembatan ini menjadi jembatan swadana dan swadaya masyarakat setempat bersama mahasiswa-mahasiswa yang peduli. Hmmm… usulan ini tak langsung diterima bulat oleh ketua RT.


Tak ingin berlama-lama larut dalam diskusi tanpa solusi, akhirnya mahasiswa-mahasiswa di kampuslah yang gencar memikirkan jalan keluar untuk perbaikan jembatan Kampung Cadas tersebut. Sebab, jika tidak cepat melakukan perbaikan pada jembatan ini, kondisinya akan makin parah. Ditambah lagi di awal tahun, Bogor selalu diguyur musim penghujan yang akan menambah parah kondisi jembatan. Tiupan angin kencang bisa saja sesekali menerbangkan seng-seng pelapis jembatan. Atau derasnya aliran Ciapus memporak-porandakan besi-besi penopang yang mulai rapuh dimakan waktu. Hal ini benar-benar memprihatinkan. Akhirnya para mahasiswa sepakat untuk menggelar patungan bersama di kampus bagi perbaikan jembatan Kampung Cadas. Umbul-umbul bertuliskan “salurkan kepedulian teman-teman semua untuk warga Kampung Cadas” berjejer di mading-mading kampus dan banner-banner BEM. Nampaknya upaya ini belum cukup. Beberapa kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Kampus Mengajar juga turut bergiliran menyambangi kelas-kelas untuk menjelaskan bagaimana kondisi tragis Jembatan Kampung Cadas di sekitar kampus, yang tentunya akan menjadi halangan besar bagi anak-anak yang akan belajar ke sekolah. Kerja sama dibangun apik oleh hampir seluruh elemen mahasiswa di kampus. Ternyata gerakan kecil ini sampai di hati para pendiri yayasan kampus. Upaya kepedulian sederhana dari para mahasiswa dianggap sebagai teguran lembut manajemen yayasan.


Akhirnya melalui salah satu unit sosial yayasan kampus, yaitu Baitu Mal (Baitul Mal wa Tamwil; lembaga pengumpulan dana sedekah, sukarela dan zakat sosial untuk amal kebaikan) bersedia mem-back up semua kekurangan dana. Bahkan pihak yayasan menawarkan untuk menyumbang dalam bentuk fisik pembangunan; mulai dari besi, seng, kawat, cat, batu-batuan, dan semen. Tentu tawaran ini langsung disambut baik oleh para penggerak di kampus.


Setelah berdiskusi panjang dengan ketua RT setempat dan warga, akhirnya mereka sepakat menyumbang tenaga dalam perbaikan teknis jembatan. Yayasan kampus melalui BMT juga bersedia menyediakan segala keperluan bahan-bahan pembangunan dan perbaikan jembatan. Serta mahasiswa dengan penuh kesiapan menerima tawaran untuk memantau jalannya perbaikan tersebut.


Benar saja, kebersamaan ini akhirnya menjadi panggilan bagi pihak lokasi pariwisata yang telah lama berseberangan lokasi dengan Kampung Cadas. Pihak pengelola tempat wisata merasa terpanggil sebab turut membaca umbul-umbul mahasiswa mengenai kondisi menyedihkan jembatan Kampung Cadas yang menjadi fasilitas penyebrangan utama warganya. Dengan penuh kerelaan dan menunjukkan rasa empati tinggi, pengelola wisata akhirnya berdiskusi dengan yayasan kampus melalui BMT untuk bersedia kontributif pada perbaikan jembatan Kampung Cadas. Pihak pengelola wisata di sebarang Kampung Cadas bersedia mengganti seluruh biaya yang dikeluarkan BMT yayasan sebagai wujud kepedulian mereka akan kondisi masyarakat Kampung Cadas. Sebab bagi pihak pengelola wisata tersebut, Kampung Cadas adalah salah satu diferensiasi yang mereka jargonkan kepada para pelancong mereka sebagai view menarik di kawasan wisata yang mereka kelola selama ini, dan menjadi kekuatan marketing utama mereka.


Alhamdulillah, April tahun 2014 kemarin si reot sudah terbenahi dan menjadi fasilitas utama warga kampung Cadas untuk beraktivitas. Ternyata si reot tidak hanya mampu menghubungkan jalan utama dan Kampung Cadas, tetapi juga mempu menghubungkan kepedulian dan kebersamaan yang selama ini hampir terkikis dari dalam diri kita semua. Semoga kepedulian dan kebersamaan kita untuk perubahan yang lebih baik akan semakin tumbuh.


readmore »»  

Senin, 15 September 2014

Akhirnya MASA ITU,,,Merubah si GAJAH Biru Jadi Abu

Senin Subuh di Tahun 2007…

Baru kali ini aku solat dengan rentengan rambut diikat 7, kepang kuda, ekor kambing, dan ga jelaslah apa itu modelnya. Aku ga berani liat kaca karena seremnya. Meski tanpa atribut itu aselinya emang udah serem sih, wkwk.. Tapi bener deh, serem banget. Aku solat pas stengah 5, abis solat doa dengan khusuk biar hari ini senior-senior MOS ga kalap menyiksa kami para juniornya yang unyu-unyu ini, hihihi..

Ku lipat kembali mukena dan sajadahku di atas meja belajar. Aku mengambil seribu langkah menuju ruang tivi. Peralatan MOS yang sedari kemarin sore aku siapkan sudah berjejer rapi untuk dikenakan. Mulai dari Topi petani, kalung jengkol yang nga-ngak kulitnya (kebayang dah ntar siang gimana aroma badan, hissshh..), tas karung goni (bekas tepung, bauk apeknya juga naudzubillah), gelang kaki dan tangan masing2 percis cheers amatir, sepatu dengan tali plastic kelabang, plakat nama dari karung goni yang sudah terukir nama indah untukku dari Kak Tebe (senior yang menjadi kakak asuh ku di kelompok KUNING. Kak Tebe aslinya namanya Tri Budi, tapi karena dia lebih famous dari namanya yaa jadilah dipanggil Tebe saja hehe maap yak kak.. :D) Kak Tebe memberiku nama indah “TEN-TEN” yak, salah satu tokoh komik yang pas menyerupai aku, katanya.. -_-“  Di kelompok MOS asuhan Kak Tebe memang nama indahnya ya nama kartun jepang semua haha. Ada Komang-lah, TEN-TEN, Kabutaku, Sin-Chan, Hamtaro dll.. hahaa seteresssss semua kakak asuh itu, wkwk.. mungkin mereka terinspirasi aja karena melihat kami yang masih unyu-unyu, lucu dan gemesin ini, wkwkwk..

---

Dengan telaten aku pasangkan satu-satu atribut melekat dan menyerubung seragam putih biru dongker yang mendekati masa-masa pensiunnya untuk aku kenakan,. Aku pandangi tampilan badan yang nggak banget.. Aku pandangi jam dinding yang tak-tik-tok masih dengan jelas terdengar suaranya, karena toh di luar masih anyep sepinya.. subuh mamenn…

Yess.. hari ini aku unggul dari kakak. Aku solat lebih dulu, mandi lebih dulu, sarapan lebih dulu, dan teriak teriak sedikit sih manggil-manggil dia buat anterin aku pergi MOS. Dia ikut pergi bareng aku.. hehe.. yaaa akhirnya kami satu sekolah lagi di SMA yang sama. Biasanya aku dan kakak mintanya sekolahnya di pisah biar seru banyak cerita, hehe.. tapi apa boleh buat khusus di era putih abu aku harus rela satu sekolah dengan si sulung enehhh.., meski dia sangat merepotkan dan terkadang menyusahkan, tapi tetaplahhh abangku (lohh..ndak kebalik ini curcolnya hahaha).

Yap.. si abang keluar juga dari kamarnya. Dia anak OSIS,, jadi yaa maklumlahhh sok sibuk, subuh-subuh udah ikutan dandan plus anterin aku. Buat dia hari ini bakal mengasyikan..toh bakal nyiksa kami yang anak-anak newbie..sedihhh…hiks..
“Kamu udah hapal jigglenya?” dia nanya sambil sisirian. “Iyaaa tenangggg” Jawabku santai.
Oh iya, MOS ini punya jiggle aneh.. tapi kudu dan harus dihapal. Kata abang, jiggle ini akan jadi mahar buat minta tanda tangan senior.. gilaaaa kaaaaan… yahhhh sudahlah.. akhirnya semaleman aku latihan nari-nari gajelas plus nyanyiannya juga sekalian. Tinggal si abang ajah yang sibuk cekakak cekikik liatin aku (Tahun kemarin dia sih yang aku giniin, sekarang tukeran deh.. males banget) Aku tentengin kemana-mana kertas jiggle yang hampir renyokk di tangan ini, hehe.. (hebatkannn, coba disuruh ngapal pelajaran..kalo ga ilang baru 5 menit, hehe). Lagu gita gutawa yang “doo bii doo bii doo”, lagu Sheila on 7 yang “semut pekerja”, lagu kangen band “pacarku”, lagu melly goeslaw… dah banyak deh, lupa aku.. tapi semuanya ga full sealbum, Cuma potongan-potongannya aja yang di mix. Wkwk…

Si abang yang Cuma beda satu tahun dari aku percis duduk di kelas XI IPA sekarang, nah aku nih yg belum jelas mau nyantol di kelas X apa, haha.. tapi pasrah aja deh. Pas MOS anak-anak belum pada di susun berdasarkan kelas, tapi masih random.. Dipilihnya keren berdasarkan urutan baris, jadi ga sengaja gitu deh.. haha..(kayak destiny gituuu…jadi yang udah direncanain bakal 1 kelompok tadinya malah kepisah karena random. Eh yang ga banget pingin sekolompok akhirnya sekelompok. Asikkan? Haha ngebaur gitu jadinya. Kumpul sama anak2 dari SMP yang beda-beda, banyak temen banyak rejekiiii, braiii.. haha). 

---

Motor abang pas dah berenti di gerbang SMA itu, di sana sudah baris anak-anak yang hampir mengenakan atribut percis aku. Cuma yang ngebedain ya warna masing-masing atribut. Kami berbaris berdsarkan warna yang sama. Sedikit juga yang satu SMP sama aku di kelompok ini, haaash aku harus kenalan dari awal lagi deh, pikirku. Abang tiba-tiba berbisik padaku, “Jangan ada yang tau kalo kamu punya kakak yang jadi panitia juga yaa.. Nanti kamu disusahin, dikerjain sama mereka, terus ga dikasih tanda tangan. Bilang aja kamu kayak yang lainnya, ga punya kakak. Oke?” dia kasih aku penjelasan panjang lebarr yang INTINYAAA aku ga PUNYA kakak di SMA ini, kejammmmm… Adik tak dianggap, hiks..Yaahh gapapalah .. tapi kalo terdesak, yah terpaksa deh aku nangis nyebut-nyebut nama diaaa.. awass kalo ga mau bantuinnn..hiks..

Aku melenggang masuk ke barisan teman-teman yang juga beratribut kuning. Jam tangan yang masih menunjukan 30 menit lepas dari jam 5 cukup mempengaruhi jalannya langkah kaki kami. Ngantuk, lemas, takut, kahwatir, senang bercampur aduk di sana. Aku pun bersebelahan dengan barisan anak-anak cowok, aku liat ada satu anak yang atributnya ga lengkap. Aku mau bilang ke dia, tapi yahh sudahlah.. anak2 cowok emang begitu.. susah dibilangin. Apalagi aku ga kenal sama dia, beda SMP sama aku.. biarin aja deh, pikirku santai.. Aku baca sekelibat nama di baju putih birunya “Marius Hermes” (nama asli). Aku yakin nih anak pasti Chinese fikirku. Tapi dia ngacung tadi, pas kakak kakak asuh nanya siapa yang sudah solat subuh. Aku pandangi lekat wajah si Marius, hmmm sepertinya bukan tipe anak yang ramah. Males deh aku ingetin, meski tadinya niat, haha..

---

“Yang kenceng dekkkkkk” teriakan kakak kakak senior memecah lamunanku, dan memaksa pita suara ku lebih kenceng resonansi pagi itu. Aku kerahkan semua suara untuk mengumandangkan jiggle-jiggle MOS. Aku takut hukuman akan melayang kalau kedapetan kami males-males dan ga niat nyanyiin lagu itu, hakss… Aku melempar mata ke arah kerumunan senior di dekatku yang mulai mendekat ke arah Marius.. Gawat pikirku. Marius pasti habis tuh ketahuan kalau atributnya ga lengkap.
“Marius (!).. Hai, aku Rysky.. “ aku sodorin tangan ke dia.
“Hai, Aku Marius..Iya Rysky” jawab dia sambil shaking hand ke aku. Aku jelasin ke Marius kalo atributnya ga lengkap. Dia lupa bawa gantungan jengkol di lehernya. Sontak si Marius langsung tepok jidad.. dia celingak celinguk nyariin kalung jengkol dia. Tiba-tiba dia berekspresi girang.. “Owalahhh di motor.. eh bentar ya” dia kasih aba-aba ke aku buat kooperatif jangan  bilang-bilang senior kalo dia ke parkiran motor. Sontak aku langsung sodorin jempol ke dia. Si Marius lari kebirit seakan dikejar anjing,hehehe..
“Mana anggota di sebelah kamu, Ten-ten?” Tanya Kak Tania. “hmmm.. itu, anu Kak.. dia pergi ke toilet kebelet tadi. Dia udah ijin kok ke kakak yang di sini tadi. “ jawabku rada cemas, haha
“kakak yang di sini? Siapa?” Kak Tania Tanya balik ke aku.. “Aduh.. maap kak, saya yang salah, tadi tidak begitu perhatian dengan nama kakaknya” jawab aku dengan penuh rasa bersalah (ini taktik biar senior meleleh. Bilang maap dulu, baru kasih penjelasan.. Biar kita sebagai junior ga dianggap nyolot, hhee),
“Oh, yaudah kalo ijin” jawab Kak Tania sambil ngelengos.. alhamdulillah, pikirku :D 

---

Singkat cerita si Marius udah lengkap semua atributnya, dan kelompok kuning udah sit in di Kelas. Pas pemilihan ketua.. ,eeeeh, ternyata si Marius yang kepilih jadi ketua kelompok. Wahhh, ga nyangka.. Tapi, baru juga satu hari… si Mr Marius ternyata buat gara-gara sama kakak asuh.. intinya, dia ga dapetin target tanda tangan yang harusnya dipenuhi oleh seorang ketua kelompok. Alhasil Marius didemisioner deh, hikss...

Nah, semua anak kebingungan waktu milih ketua kelompok. Tapi dasssaaarrrrrr…. Entah setan apa yang menginspirasi kepalanya si Marius. Dia dengan semangat 45 mencalonkan aku sebagai ketua pengganti. Dia jabarin alasannya, widiwww lebai sih,.. tapi beneran ahasil aku kepilih jadi ketua,,, halahhhhh.. ini para boys kemana sih?? seruku dalam hati.. yaahhh.. BUT, again yaaa, every winner never rejects the challenge. Aku iyain aja… Nahhh.. sejak hari itu aku lah yang kedapetan amanah full tanda tangan buat represent teman-teman satu kelompok lainnya. Maap yaa guys, aku yakin waktu itu aku banyak salah sama kalian. Aku ga lebih baik kok, aku yakin kalian semua lebih baik dari aku, dan lebih pantes jadi ketua kelompok. Aku kepilih cuma karena beruntung aja dan ga lebih. Kalian semua HEBAT bahkan lebih dari aku J

MAKASIH atas kooperatif nya waktu itu.. dan kelompok kuning jadi kelompok pemenang yel yel MOS 2007 dan jadi kelompok TERBAIK. Thanks yaa guysss. Love u allll…. :* (Gara2 lagu lobow yang “salah” dan goyang dombretnya si Redi,, ahahaha, I still remember this great moment)

---

Pas mintain tanda tangan, aku kejar sana-sini tanda tangan seniornya..
Di sini aku kagum dengan salah satu senior aku. Belakangan aku kenal namanya, Kak Miranti. Hebat dia tuh.. Akhwat banget guys.. Sekarang kak Miranti sekolah di UNSRI PDG (Pendidikan Dokter Gigi) kemungkinan besar udah jadi dokter gigi deh kayaknya sekarang). Semua adik tingkat yang minta tanda tangan ke dia, ga da yang dipersulit. Semua lancarrr…

Kak miranti paling minta satu hal buat dapetin tanda tangan nya, yaituuuuu..”baca surat al quran yang dia minta baca, but without reciting the quran directly. Just memorizing” hahaha
Alhamdulillah.. waktu aku yang diminta, kak Miranti Cuma minta bacain surah Al Qoriah dan Al-Adiyatt ke aku.. (ga sengaja waktu itu hapal hehe). Dapet deh tanda tangan tonjolan MPK (Majelis Permusyawaratan Kelas, di atas OSIS bokk) satu ituuu…Kak Miranti, dia emang hebat..

Beliau tuh (Kak Miranti) selain otaknya encer, organisasinya yahutt, beberapa kali keluar kota buat wakilin sekolah, aktif di acara ini-acara itu, tapi tetap bisa masuk jajaran kelas favorit, prestasi dia di kerohanian juga bagus. Dia juga sering jadi motivator di acara keputrian ROHIS, sering juga ngisi tulisan di mading-mading sekolah, sering tampil sebagai role model untuk adik-adik tingkat kayak kami, karena Bu Darmi (kepsek) hapal banget sama beliau. Jadi kalo mau kasih contoh ke kami-kami juniornya. Bu Darmi selalu bilang “Yaa.. contohlah kakak tingkat kalian, si A, si B, si C” Nahh.. salah satunya ya Kak Miranti yang disebut, hehe..Keren yaa.. sukses terus buat Kak Miranti J

Tapiii ternyataa waktu MOS.. Kak Miranti juga adalah satu-satu nya senior yang tahu kalau saya ini ya adeknya abang. Waktu siang abis jamah zuhur di sekolah (zuhur wajib jamaah buat peserta MOS), Kak Miranti narik tangan aku pas salaman sambil nanya “Adeknya Jaya ya?” hehe.. inget banget aku waktu dia nanya gitu bisik-bisik.
“Iya Kak.. eh, kok tau?” tanyaku penasaran. “Ssstttt.. kakak punya indra keenam” jawab kak Miranti sambil tertawa padaku.. hahaha.. aku gatau nih dia becanda apa nggak.. tapi yang jelas aku salut dan jadiin Kak Miranti sebagai salah satu panutan aku di sekolah. Semua organisasi yang dia ikut aku ikutin semuaa.. mulai dari KIR, ROHIS, Keputrian, Cuma MPK aja yang nggak…Abisnya aku ga suka sama yang galak2 :p haha.. (beruntungnya Kak Miranti punya fans sebaik aku, akakakak).

Kak Miranti juga cerita kalau abangku sengaja ga cerita tentang dia punya adik yang jadi junior MOS juga tahun ini...
“Karena di SMA ini, kalo panitia MOS lain tau kamu punya abang yang panitia juga, kamu bakal dikerjain mati-matian. Apalagi abangmu itu calon kuat KETOS tahun ini, sssttttt..jangan bilang siapa2 yaa… “hehe itulah yang dijelasin kak miranti ke aku.
“Jadi sebenernya (kak miranti melanjutkan), abangmu itu sayang sama kamu. Dia mau ngelindungi adeknya, takut dikerjain sama senior-senior yang lain. Nanti juga kalo udah kelar MOS, dia pasti kenalin kamu kok ke kita-kita ini.” Kata Kak Miranti dengan bijak menjelaskan.  Wahh beruntungnyaa aku kenal beliau. Di balik ketegasan, kecerdasan, ternyata dia seorang kakak yang dewasa banget.. pantes aja kalau tahun kemarin dia yang dinobatkan sebagai senior TERSEGANI… Hebat kakak mahh .. hehe

Eitsss tapi soal yang abangku jadi calon kuat KETOS??? Whattt ?? hahah kok dia ga pernah cerita punya bakat prestasi yang keren kwwkwkwk.. Udah kelamaan ga satu sekolah sama dia, aku jadi ga tau kalau dia begitu pesat berkembang kwwkwkwk.. Salah faham deh di awal aku, kirain dia emang ga mau ngakuin aku adek lagi :p ternyata nggak separah itu.. thank you yaa abangkuuu.. abang emang best of the best. Tetap jadi role model aku yakkk,, dan peliss suara klakson motormu ituuu lohhh.. saking traumanyaaa aku masih kengiang-ngiang lohh sampe di usia ini.. heheh but I’ll miss all the moment. Thanks a lot…
readmore »»  

Minggu, 07 September 2014

14 Tahunnya GAJAH, Hari itu...

Di pagi Bulan Agustus 2006…


Pagi itu seperti biasa, aku harus say good bye pada nasi anget putih plus telor ceplok buatan ibu, karena si abang sulung sudah klakson tan—tin—tun ga berhenti,…bising dan mengganggu..  Yang pastinya bukan membuat risih aku saja, tetangga kiri kanan pun begitu. Yasudahlah memang takdir,, si klakson selalu berhasil jadi orang ketiga yang mampu memisahkan aku dan nasi anget ituuu… Padahal pagi itu aku ada kelas olah raga di sekolah. Pak Sugian pasti menyuruh kami lari muter full mengelilingi komplek sekolah plus komplek TNI di belakang sekolah.. ampunn dah.. kalo ga sarapan, terus energi apa yang bisa membuat badan ini melaju cepat dengan percepatan maksimum ala Galileo.. OH MAY GADDDD… haha Yasudahlah.. paling2 aku harus pingsan.Tapi siapa teman beruntung yang akan menggeret tubuh penuh tendon glikogen ini??? :’(  Plisssss BRADAHHHHHH, abangkuuuu… U always success to separate me and my lovely breakfastttttt… (re:nasi anget doang padahal, hahaha)

---

Di sepanjang jalan menuju sekolah, aku dan abang sediem-dieman.. ga ada topik obrolan pagi ini. Keroncong di perut menahan celotehku pagi itu padanya.. Yaaa, anggep aja ngambek kecil-kecilan..
Laju vega R si abang membawa aku tepat di depan gerbang sekolah.. Jam 7 kurang 15 menit, aku sudah melesat mendarat pas di gerbang sekolah. Karena konser keroncong ga bisa ditahan, akhirnya aku jadi salah fokus.. Aku malah melangkah berlawanan arah.. Ya..ya..ya.. menuju tempat fantastis pemadam kelaparan; “KANTIN”. Kelasku lokasinya strategis banget dah, tinggal kepeleset dikit juga nyampe kantin.. Kebayangkan betapa sejahteranya kami satu kelas apalagi kami adalah seniornya sekolah kala itu.. haha

Di kantin ini lengkap sedia apapun yang bisa mengobati rasa penyesalanku meninggalkan nasi anget telor ceplok ibuk.. Yah, menu sarapan yang paling yummy dan mengganjal sampe full ADALAH: PEMPEK  TELOR.. :D…. Dahh, bablas juga sampe nelen 3 biji pempek sedang, dan 1 buah risol isi kentang dan wortel.., lumayanlah.., 2 cup air mineral menutup santap pagi itu… GILA LAPER APA RAKUS…!!!! :D
Ya ampun, jam di tangan kanan sudah menunjukkan waktunya bel sekolah bunyi..Sumpah baru sadar kalo sudah 10 menit bablas jam 7. Susah nih kalo udah kencan sama kantin, khusuk banget.. Hari ini aku harus ganti baju olahraga, karena seragam putih biru dongker itu ga mungkin di bawa lari-lari sepanjang jam olahraga. Hehe..

Selepas bayar pempek sedap barusan, aku langsung ambil seribu langkah menuju kelas.. hmmm…. Waduh, anak-anak kelas udah pada siap dengan salinan seragam olahraga di tangan masing-masing. Wadouh kalo ga keburu cepet-cepet, ntar wc full anak2 ganti seragam. Trus …mampusss kalo sampe telat. Pak Sugian pasti kasih bonus lari keliling satu puteran lagi (MATI GUEEEE).. Aku kemudian membuka ransel sekolahku, di sana seragam olahraga terlipat dan sudah siap dikenakan. “Hmmm.. siapa yang mau bareng?” bisikku dalem ati.. Kepalaku celingak-celinguk mencari my chair-mate, Ewin.. Kok dia belum juga keliatan padahal udah lepas 15 menit dari jam 7 nih. Tapi, tas ransel Ewin udah ada di sebelah bangku ku.. Masa sih Ewin tega ninggalin aku?.. hmm… eng..ing..eng.. Noh! itu dia si Ewin (mata ini gesit menangkap temen-temen di seberang jendela kelas)… Dia lagi di teras kelas, ngobrol bareng Ayu (teman sekelas kita juga)..Tapi ayu posisinya udah ganti seragam naahh. Aku samperin deh, toh Ewin juga beluman ganti seragam. Yesss…. :D

“Win, ganti seragam yokk. Ntar telat.. Pak Sugian kasih bonus seputeran deh buat yang telatt.., yookk ah” ajakku pada Ewin. (Nih temen aku aslinya namanya Windari…, temen satu kelas, satu band amatir wkwk, satu tempat les MIPA, satu tempat les INGGRIS dan satu bangku bareng aku. Deket yaahhh.. Aku banyak belajar dari EWIN, makasih ya Win.. dia smart dan jago banget main keyboard, cantik lagi..hehe) J

“Aduhhh, ganti seragam? Ntaran aja, Ky.. beluman juga jam setengah 8” jawab Ewin males.. Ngeliat akupun dia kayak ga nafsu gitu. Kenapa yak. Aku punya salahkah sama dia?.. Hmmm.. ya sudahlah, aku positif thinking ajalah ke dia, mungkin Ewin lagi ga olah raga karena halangan atau emang dia lagi PMS dan ga mood ngomong. BUT, Ewin fine-fine aja ngorol sama Ayu.. hufttt.. cedihhhh :’(

“Ya udah deh kalo nantian” jawabku lemas.. “Tapi mau bareng akukah ganti seragamnyahhh?” tanyaku ke Ewin. Eh, Ewin cuma ngangguk aja, ga senyum, ga noleh, semuanya terasaaaa hambarrrrrr… Yasudahlah..seenggaknya aku punya temen deh kalau harus bonus seputeran lari. Itung-itung ngelunturin gelondong lemak pempek telor pagi ini, wkwkwk..

Aku pun iseng ngelongok ke kelas… Anjirrrr !.. semua anak-anak udah pada ganti pakaian.. hiks.. Terusss gueeeee? Gue mau duluan ga enak sama Ewin. Tadi udah janjian bareng dia. Aku samperin genknya si Isya buat basa-basi nanyain mereka udah pada ganti pakaiankah... Tapi begok juga akunyahh, yah udah jelas-jelas mereka udah kaosan olahraga semua (basa basi yang basi banget haha).. huaaa… tapi yah seenggaknya sapa pagi dah.. “Hei, kalian udah pada siap olahraga nihhhh pagi ini.. pagi-pagi udah pada salinan” aku nyamber di tengah obrolan mereka. Tapi ancurrr.. Aku malah dapet tempoyak.. mereka ga ada yang nanggepin, sedih banget dah hidup aku pagi itu.. hiks. “hei.. hei..” aku melambai ke arah mereka. Bukannya malah membalas atau ngejawab, mereka pada slurrrr keluar kelas trus pemanasan di lapangan voli. Udah deh, akunya Cuma ngapus iler doang.. hakssss.. jleb banget dikacangin dari tadi. {DERITA PAGI INI: Dimalesin, dianggurin, dipaksa ga sarapan, ga dibagi senyum.. sedih banget sih.. :’(  }

Jadilah aku ngelangkah lunglai keluar kelas.. WHATTTTT… ewin udah ganti seragam olahraga??? Hiks… “Win, kok udah ganti duluan. Kok ga tungguin aku?” Tanya aku sedih ke Ewin. Eh Ewin malah bilang “Lah.. tadi Ewin cariin Rysky. Kok ga ada gitu.. jadi Ewin duluan, gapapa yahh?”
“Tadi ewin ga ganti kok, Ky. Ewin lapisin aja seragam olahraga langsung double ke seragam putih birunya” jawab Ewin ke aku dengan penuh penyesalan. Yah.. jadinya aku gabisa marah ke Ewin ngeliat ekspresinya. “Yaudah deh gapapa” jawab aku sedih. Mungkin ngeliat wajah aku yang penuh kedukaan, akhirnya Ewin dengan baik hati mau menemani aku ke toilet sekolah buat ganti seragam. Tapi, itu udah hampir mau jam 8. Dan aku belum siap apa-apa.. haksss

Aku dan Ewin jalan rada terburu-buru ke toilet.. JLEBBB…! bener aja, pas tepat depan lorong kelas, kita ketemu Pak Sugian, guru olahraga kita. Hmmmm…. Beliau ngeliat aku belum siap! “Rysky, belum ganti pakaian. Sudah jam berapa ini, hah?” beliau sontak mengintrogasi kami, sstttt..aku tepatnya, karena Ewin udah siap dan rapi dengan seragam olahraganya..hikss.. Aku gugup ga bisa jawab apa-apa, cuma mengangguk waktu beliau minta aku untuk mengumpulkan bola voli dan bola basket di sekre olahraga untuk dibawa ke lapangan sebagai hukuman. Matiiii akuu…beliau bilang ga boleh telat dan lebih 5 menit dari sekarang. Udah deh, kerasa ketiban duren pagi itu,, bukan buahnya.. tapi kulitnya.. hiks.. Ewin ngelirik aku trus menawarkan untuk membantu. Ewin bilang biar dia aja yang kumpulin bola-bolanya. "Kamu harus siap-siap ganti seragam", pinta Ewin ke aku.. HAAAAAAAAAAAA… THANKS GOD.. makasih udah kasih aku sahabat sebaik dan sepengertian Ewin. Dengan cepat aku mengangguk dan berterima kasih ke Ewin.. Ewin bilang nyantai aja.. “yook sana ganti seragam, biar aku yang ke sekre” kata Ewin padaku. Yapp.. akhirnya kami berpisah di sini. Dengan seribu langkah aku masuk ke toilet.. hAAHHHH? Kenapa semua pintu toiletnya terkunci? Plisss dah..hiks..

Sial !.. Dari jejeran toilet di sekolah ku itu, hampir semua pintunya ke kunci. OH MAY GAADDD bahkan pintu toilet pun turut kasih bonus penderitaan ke aku..,sedih banget dah.. Aku cobain satu-satu. Tapi gada juga yang ke buka. Alhasil yang bisa diharapkan Cuma pintu toilet paling ujung, paling gelap, paling baukkk gilaaaa.. Aku harus tabah dengan semua cobaan pagi itu. Yahhh,, belum usai sampai situ penderitaan gue, pelissss.. pintunya nget-ngot ga bisa ditutup rapet ,yaelahhhhh! Panik nih sudah…. Akhirnya, dengan segenap kesabaran aku kait pintunya dengan sepatu aku, lengkap dengan tali-talinya biar rapet.. Dan hasilnya, hampir 30 menit aku habiskan waktu untuk muntah dikit (karena aroma urea busuknya), tarik nafas (karena bauk naudzubillah) dan keringetan (karena matiii deh… aku takut banget, toiletnya gelap ga santai).. YAhhhh.. setengah 9 aku baru bisa bebas dari toilet itu.. hakss..

---

Lari-lari kecil dengan kondisi panik pasti tergambar jelas di wajahku pagi ini. Ga kebayang harus taruh dimana ini muka.  Seragam putih biru aku lipat seadanya langsung disimpan di dalam ransel. Dari jendela kelas, aku cuma bisa memperhatikan barisan panjang teman-temanku yang siap-siap warming up di lapangan. Mereka sudah siap pemanasan lari muter lapangan sekolah sebelum bener-bener olah raga dimulai. Hah!.. Aku masih di kelas….! dengan buru-buru kukencangkan ikat sepatu, jangan sampai ia jadi penghalangku menuju Pak Sugian untuk laporan. L

Hosh..hosh..… setibanya aku di hadapan beliau, Pak Sugian terlihat geram. Beliau menggeleng selepas melihatku datang begitu terlambat. Jari telunjuknya mengarah kepada bola-bola yang telah tersusun di hadapanku. Beliau menanyakan siapa yang menyuruhku untuk meminta Ewin mengambil bola-bola itu. Pak Sugian memintaku untuk melihat ke arah lingkaran yang sudah apik dibuat oleh teman-temanku  yang sebelumnya berlari melingkar lapangan. Di sana teman-temanku sudah selonjoran di lapangan menunggu saat-saat aku dihukum Pak Sugian. Hadewww malu sekali… Aku mencoba menjelaskan pada Pak Sugian bahwa aku tidak meminta Ewin yang mengambilkan bola, tapi Ewin yang menawarkan diri karena aku dalam kondisi terburu-buru ganti seragam. Dan aku tambahkan bahwa tidak biasanya pagi itu semua pintu-pintu toilet terkunci dari dalam, sedang yang tersisa hanya toilet ujung yang bauknya menyebar ke seluruh ruang belakang sekolah. Kalau tanpa pertahanan super, siapapun akan pingsan, adu ku pada beliau…

Tapi, keluhanku pada Pak Sugian tampak tak digubris sama sekali. Mana lagi… (aku lanjut menjelaskan).. aku harus bersusah payah mengganjal pintu toilet itu yang sudah habis masanya, jadilah aku begitu repot bertukar seragam di dalamnya. Aku tak mungkin mengganti seragam di kelas, toh karena camera CCTV selalu ON mengawasi kami dan aku tak mungkin bertukar seragam dengan kondisi itu. Di akhir penjelasanku yang panjang lebar itu, aku menuntupnya dengan mata hampir berkaca-kaca pada Pak Sugian, plus sebaris kalimat agar beliau tidak menghukumku, “Maaf Pak, tidak akan saya ulangi lagi. Mohon jangan hukum saya, Pak” lirihku pada beliau dengan muka tertekuk. Tapi itu percuma, aku tahu kalau beliau tidak peduli dengan penjelasan ini. Tidak ada belas kasihan bagi siswa-siswa yang tidak disiplin. Itulah kalimat yang pasti aku dapati dari beliau. Pak Sugian begitu strict. Beliau tidak akan memaafkan siapapun yang tidak disiplin di jam beliau mengajar. Bahkan anak kandung beliau yang satu tingkat dengan kami, namun di kelas berbeda pun, beliau tidak pernah tebang pilih. Jika salah.. ya salah, jika benar.. ya itulah benar. Beliau tidak memberi penawaran lain selain aku harus mendapat hukuman agar tidak mengulangi kesalahan yang sama, khususnya di jam pelajaran yang beliau ajarkan.

---

Dengan lemas aku berjalan menuju lingkaran besar yang telah dibuat oleh teman-temanku. Aku pandangi wajah mereka satu per satu. Mereka terlihat cuek, bahkan ada yang melempar senyum ejekan, tak ada empati sedikitpun. Aku melirik ke arah Ewin, dia hanya terpaku tak dapat berbuat apapun di ujung lingkaran. Ia mengepalkan tangannya ke atas memberi isyarat bahwa aku harus semangat. Pak Sugian mendatangi aku yang sudah layaknya hidangan di tengah meja bundar besar pagi itu. Pak Sugian memintaku untuk mengangkat satu kakiku, lalu di lipat ke belakang. Tak hanya itu, beliau juga meminta aku untuk menyilangkan tangan kanan dan tangan kiriku di telinga sembari mengucapkan kata “AKU AKAN LEBIH DISIPLIN”. Jelas saja ini benar-benar memalukan. Aku hanya bisa melakukannya berulang-ulang tanpa bisa melawan sedikitpun. Beliau meminta ku berada di luar lingkaran, sedang beliau masuk ke lingkaran untuk memberi penjelasan mengenai permainan voli pada teman-temanku yang lain. Sesekali beliau memintaku mengencangkan teriakan “AKU AKAN LEBIH DISIPLIN” yang sontak saja tidak hanya menabuh tawa teman-temanku di lapangan, tapi juga teman-teman lain yang sedang belajar di dalam kelas yang berbeda, ketika mendengar teriakan itu. Belum lagi adik-adik kelas VIII lainnya. Hadehh mau ditaruh di mana muka ini. Aku sudah sangat malu. :’(

---

Hampir putus rasanya pita suaraku, sebelum akhirnya Pak Sugian memintaku untuk menghentikan hukuman yang beliau perintahkan dan memberiku isyarat agar aku segera menghampirinya.
“Kamu sudah lelah? Kalau sudah, berhentilah.. tapi sebelum kamu masuk ke dalam lingkaran yang telah dibuat teman-temanmu, coba tanyakan satu-satu pada mereka dalam lingkaran ini; apakah mereka semua mengijinkan kamu masuk. Hitung berapa yang mengijinkan dan berapa yang tidak. Kalau banyak yang mengijinkan kamu untuk masuk, berarti kamu bisa join. Tapi kalau banyak yang tidak, artinya kamu hanya akan jadi anak bawang (sebutan untuk anggota di luar permainan, yang tugasnya adalah mengumpulkan bola-bola yang keluar lapangan)” Perintah Pak Sugian tanpa senyum sedikitpun, yang menandakan bahwa beliau sangat serius memintanya. Hikss.. Aku mengangguk. Mataku sudah mulai berkaca-kaca.. Rasanya aku sudah tidak tahan lagi dipermalukan seperti ini. Kemarin-kemarin banyak juga teman-teman yang melanggar kedisiplinan, bahkan lebih parah dariku, namun Pak Sugian hanya meminta mereka untuk berlari satu putaran lebih banyak ketimbang yang lain, hukuman yang wajar saja diberikan seorang Guru Olahraga. Tapi sekarang bagiku hukuman yang beliau berikan mulai tidak adil. Kenapa Pak Sugian malah memintaku melakukan hal-hal bodoh di depan teman-temanku..hiks.. Tapi apa daya, sedikitpun aku tak berani memprotes perintah beliau.. Aku tak mau kekesalan beliau makin menjadi-jadi, dan yang akan sulit malah aku sendiri.. :’(

---

Aku melangkah pelan menghampiri satu-satu temanku di lapangan untuk bertanya pada mereka. Aku mulai dari Ewin yang sedang selonjoran di ujung lingkaran. Tentunya dengan mudah Ewin akan mengatakan “iya” untukku, bisikku dalam hati. Namun aku benar-benar tidak menduga, saat aku menanyakan pada Ewin apa aku bisa masuk ke dalam lingkaran?, Ewin malah menggeleng dengan tatapan menoleh pada Isya yang seakan memberikan isyarat bahwa ia tak mau Ewin memberi ijin padaku. Aku jadi begitu kesal, kenapa Isya tega sekali padaku. Padahal biasanya ia sangat baik, tidak seperti hari ini…. L Tidak ada kata “iya” yang aku peroleh, kecuali dari Novita and the genk. Mereka mengijinkan aku untuk masuk ke dalam lingkaran.. wahhhh..Novita memang baikkkk (thanks unoppp)… :D

---

Alhasil… jadilah aku anak bawang, toh tak sampai setengah teman-temanku memberi ijin padaku agar aku join. Sedih sekali, Pak Sugian memintaku mengambil bola voli yang melesat ke sana-ke mari karena pukulan teman-temanku yang sedang bermain di lapangan. Aku hanya bisa geram dalam hati, namun tak aku tunjukkan sama sekali. Aku benar-benar lelah, hingga aku tak semangat lagi..Ayunan kakiku melambat dan ini adalah awal dari kemarahan  Pak Sugian berikutnya padaku. Beliau berteriak agar aku melangkah dengan cepat. Beliau bilang aku mengacaukan permainan, aku tidak semangat, bahkan beliau kesal sekali melihatku. Dengan tertunduk penuh rasa bersalah serta geram yang tertahan, aku menghampiri beliau. Namun pertahananku melemah. Geram, kesal, sedih dan takut di dalam hati akhirnya meluap juga menjadi air mata. Aku tak tahan lagi, aku hanya bisa menangis dan meminta maaf pada Pak Sugian. Aku bilang aku tidak akan mengacaukan kelas beliau lagi setelah ini. Tapi saat ini aku benar-benar kelelahan. Aku bukannya marah, tapi aku kesal dengan diriku sendiri, kenapa tidak bisa mengejar bolanya denga gesit dan cepat sebagaimana yang diminta Pak Sugian. Aku hanya kesal kenapa aku tidak bisa berlari lebih lincah lagi. Itulah luapan tangisku yang aku pecahkan pagi itu. Semua teman-temanku tertawa, ya… bahagia sekali mereka fikirku. Aku tak berani menatap mereka, karena mataku sudah banjir oleh air mata penyesalan dan rasa lelah. Aku pun tak berani mengangkat wajahku ke arah Pak Sugian, karena sudah bisa dipastikan beliau tidak akan mengasihani aku. Aku hanya terisak sendiri, tertunduk menatapi tanah yang aku pijak. Aku hanya butuh tenang dan istirahat sebentar…setelah itu barulah aku akan melanjutkan hukuman. Tapi…..

Tiba-tiba, di tengah luapan tangisanku.. sorak sorai tepuk tangan dan tawa yang begitu histeris hadir di sekelilingku. Teman-teman yang tadi membentuk lingkaran kembali mendekat dan mengelilingi aku… dengan sebuah lagu yang tak asing di telingaku.. Lagu dan doa “Selamat ulang tahun” membuncah jadi satu. Pak Sugian yang tak pernah terlihat gigi putih berserinya, kini terbahak di hadapanku.. Beliau mengucapkan “Happy birthday” padaku lirih.. Beliau meminta maaf jika aku kelelahan dan kesal dengan ulahnya. Beliau hanya berusaha untuk kooperatif dengan teman-teman sekelasku lainnya yang memang berinisiatif mengerjaiku sedari tadi pagi… HAHHHHHHH??? Benar saja, kehilangan sarapan pagi ini membuat aku lupa bahwa hari itu aku berulang tahun. Bertambah satu usiaku ternyata mengikis ingatanku haha.. aku benar-benar tak menduga bahwa mereka mempersiapkan semua. Mulai dari toilet, kerjasama untuk nganggurin, cuekin dan malesin aku.. haha.. mereka ingat ketika aku lupa.. hiks J thanks a lot, guys…

---

Dengan cepat kubasuh air mata yang leleh sedari tadi.. Aku usap semua keluh dan aku mulai mencoba tertawa menata kata-kata terima kasih untuk semua teman-temanku dan Pak Sugian.. Aku pandangi satu per satu raut muka teman-teman sekelasku yang kembali ramah….. Ternyata.. Jutek, acuh, dan males mereka di awal pagi tadi sudah terbunuh dengan luapan tawa dan nyanyian serta ucapan untukku.. they were backkkk… :D

Hari ituuuu.. Aku benar-benar tidak bisa melupakannya.. Hingga hari ini.. Hingga Agustus 2014 kemarin,, aku kembali teringat saat ini.. saat mereka semua ada di sekelilingku. Memberi sebuah ucapan dan doa bahkan kejahilan yang aku yakini sebagai luapan sayang seorang teman kepada temannya. Hari itu adalah AGUSTUS yang berkesan bagiku.. dan untuk EWIN, ISYA, NOVITA, AYU.. thanks ,,,mereka adalah bagian dari semua cerita di hari itu… Sejak hari itu, kehadiran AGUSTUS adalah kesempatan dan waktu yang begitu aku nantikan.

---

Yakinlah, guys.. sesederhana apapun kita berupaya membahagiakan seseorang, pasti itu akan menjadi sebuah kesan manis dan indah diingatannya. Seperti yang kalian lakukan padaku di hari itu di pagi AGUSTUS 2006, hingga saat ini aku tak pernah lupa.. Terima kasih semua.. untuk pagi itu, PAGI 27 AGUSTUS 2006 (ketika aku mulai menginjak angka 14) dan hari itu akan selalu menjadi ingatan indah yang tak akan pernah aku lupakan. THANKS JUGA PAK SUGIAN…  I love u ALL.. J



Minggu sore saat selonjoran di kasur kosan setelah hampir berjam-jam ngobrol bareng sahabatku Eli, Sentul City, 7 September 2014
readmore »»  

Kamis, 04 September 2014

GAJAH... jujur dengan kelemahan (!)

aku tulis ini sebagai rekam jejak dan pengakuan aku buat DOSA selama ini. AKU harus cerita rekam jejak pendidikan yang aku jalani (bentar lagi rekam pendidikan 20 th ini akan berakhir). Aku merasa harus mulai dari yang ini. Aku yakin, dari sini aku bisa menjawab, TOH kalo selama ini aku BANYAK salah. Aku harus akui. Doain aku konsisten nulis yaa... (mumpung udah ga ada kerjaan) biar bisa cerita & BUKA DOSA-DOSA aku selama ini. YAKIN, aku ga akan tutupi nama orang-orangnya.. PURE mereka semua tokoh asli. CERITA ga fiktif/ MAKASIH buat orang-orang dalam cerita ini. U ALL ARE A PART OF MY LIFE :)
_aku mau tulis biar seenggaknya pendidikan selama ini yg aku jalani HARUS OBJECTIVE dibeberin. AT LEAST di blog, haha_

Hari itu...Subuh di Tahun 2005,...

ibu mulai membangunkan aku yang lelap dengan lembaran-lembaran pidato bahasa Inggris di Tanganku.. Tulisan dalam bahasa asing pertama yang aku buat... Aku buruk sekali dalam hal ini, tapi kemampuanku menyampaikan dengan berapi-api membuat guru-guru bahasa Inggris di sekolah selalu memintaku untuk ikut ini dan itu dan harus diBOLD "bahasa INGGRIS"... Aku selalu tidak bisa menolak, meski aku tau aku payah..
-00-
Alarm pun tak bisa menerjang gendang telingaku, hanya suara malaikat Tuhan yang bisa membukakan kelopak mataku yang menebal karena begadang semalaman. Ya, malaikat itu adalah Ibu... dengan sabar beliau selalu membangunkanku...Ibu bilang aku belum solat subuh, aku setengah sadar.. Dengan susah payah aku kumpulkan nyawa-nyawa yang masih ngawang di langit-langit.. haduhh badanku berhamburan kertas.. kertas-kertas sepuluh judul berbeda yang harus aku selesaikan tanpa bantuan engine mutakhir, toh waktu itu anak SMP sepertiku tak begitu faham dengan internet. Google adalah hal tabuh, belum ada yang mengajarkan. Meski 2005 yaa... Alhasil mesin translate paling canggih adalah seorang teman yang selalu membantu,Asriandi.. Ya.. Dia selalu rela mengoreksi grammar cakar ayamku. Bisa aku pastikan pagi ini dia akan kembali sibuk kelilipan dengan bahasa inggris pasar yang aku gunakan. Meski ku akui, aku butuh ikat kepala mengerjakannya dan mati-matian harus aku selesaikan malam itu, haha...

...

Lensa mataku mulai menajam.. langit-langit kamarku tampak jelas. Aku gerakan tangan untuk membuka kedua mata.. Langkah lunglai mulai menghantarkan aku pas berdiri di depan pintu toilet.. Aku basuh mukaku yang sepertinya mulai menua karena beban sepuluh judul itu..
Air wudhu mulai mengalir ke seluruh muka dan tanganku.. entah mengapa, rasanya obat mujarab adalah air wudhu dan doa-doa yg aku lantunkan sembari pasang niat solat subuh. Aku melirik jam dinding di kamarku. 10 menit lewat pukul 5 pagi. Aku bentangkan sajadah. Dia akhir pintaku, aku memintaNya untuk melancarkan lisanku besok pagi di sekolah, yang terkadang terselip menyebut istilah-istilah asing..

---

Pagi itu, kakak membawaku dengan sepeda motornya. Meski sekolah kami tak searah, dia harus rela lebih siang tiba di sekolahnya karena harus mengantarku ke sekolah terlebih dulu. Ayah tidak mengantar. Beliau berangkat lebih siang ke kantor, tapi terkadang lebih awal dari kami. Lagi pula, ini adalah list tugas kakak yang sejak awal tahun pelajaran disepakati keduanya. Ya..untuk mengantar adik perempuan semata wayangnya ini hehe..
Sesekali klakson motornya selalu membuatku gagal sarapan dan bergegas capcus meninggalkan ruang makan sembari membenahi ikat sepatu. Hah.. kenapa dia selalu berhasil bersiap-siap lebih awal dariku.. hiks..

Kakak memberi klakson terakhirnya setibaku menapakkan kaki tepat di gerbang sekolah selepas turun dari motor bebeknya. Klakson itu pun sebagai tanda ucapan "Semoga Berhasil" dari nya. Dia tahu benar, aku bermalaman dengan lembaran-lembaran kertas pidato untuk hari ini. Hari dimana "practice and training speech" yang dilakukan paralel dengan teman yang berasal dari sekolah yang berbeda, Andreas Chan (siswa SMP swasta nomor 1 di Kotaku).. Siswa yang bahasa inggrisnya bak film-film fairy tail yang sering aku tonton. Atau bahasa inggris yang sering aku dengar melalui radio. Anak ini begitu elok melafadzkan kata-kata asing yang bahkan dalam list vocab ku adalah kata-kata baru. Huft.. materi pidato, lembaran-lembaran, koreksi teman, dan Andreas Chan tentunya, adalah beban-beban yang telah mengajari aku bagaimana rasanya begadang dan tidur larut. Meski usiaku masih unyu-unyu haha..

---

Senyum eleganku menghantarkan kakak membalik motor dan punggungnya menuju arah berlawanan. Ia melempar senyum keyakinan bahwa aku bisa menyelesaikan tantangan hari ini. (meski aku sendiripun tak yakin)..
Aku mulai melangkah tegap. Tapak-tapak kakiku bergegas mengarah pada Ruang Pespustakaan salah satu sekolah SSN di Kota Palembang, ya sekolahku. Salah satu sekolah mentereng.. tapi aku tak yakin bisa membawa nama baiknya melambung juga pagi ini. Huft. Tujuanku tak lain dan tak bukan adalah membuka kembali map-map yang berisi lembaran-lembaran kertas berbahasa Inggris yang akan aku hafalkan sembari menunggu kamus berjalan datang. Percis janji kemarin, Mam Dewi meminta Asriandi (andi) untuk membantuku mentranslate. Tapi aku bingung juga, kenapa tidak sekalian beliau meminta Andi saja yang melakukan tantangan sepuluh judul ini, hadewww..-___-

---

Jam tanganku menunjukkan 30 menit lepas dari pukul 6 pagi. Yaaahhh.. perpus belum bukaaaa... argghhhh.. (ya iyalah.. sok rajin sih) hehe.. Alhasil aku pun duduk rapi di bangku panjang yang berjajar di teras-teras sekolahku. Andi belum juga datang. Hah.. lebih baik aku baca-baca sendiri pidato-pidato ini. Aku mencoba mengingat kembali sepuluh judul itu malam ini (3/9/2014). But, poor me.. I couldn't recall one by one judulnya bok.. Aku hanya ingat beberapa: "Be Creative and The future is Yours", "Prosperous Nation", "How to Recycle the Garbage", "Improve Your English" Nahhhh.. sisanya aku lupa cyynnn.. haha
--
Oh my God.. aku bak orang sinting, senyum-senyum, kadang berdiri, kadang garang.. yap.. aku juga bingung, aku sedang pidato atau teater sih?.. hahah... tapi inilah style-ku kalau sedang berbicara di depan umum..., Ekspresif. Ternyata kelebihan ini tampaknya lebih menjual ketimbang skill grammar-ku yang jebot..
---
Akhirnya, eng ing eng.. andi datang dengan gaya santainya.
"Pagi banget ki dateng. Buka gerbang yak?" Senyum sinisnya jleb banget ke ubun-ubunm haha.. but, that's his style.. never change till now.. (NOTE: DIALOGUE disini udah ditranslate ke BAHASA INDONESIA. Aslinya si Andi cakapnya ya BAHASA PALEMBANG, wkwkw)
"Ndi.. akhirnya lo dateng jugaaaaaa" (GILA KEREN BGT HASIL TRANSLATENYA)
"Lo, liat deh, Ndi.. Gue udah kerjain ampir mati tau semaleman. Tapi gue yakin, pasti masih jebot jugak inggrisnya" low profile dikit depan si master English satu ini (padahal emang jebot) haha

Mata andi mondar-mandir ke kiri ke kanan, membaca lembaran pidato-pidato inggris pasar yang barusan aku sodorin ke dia . Tangan kanannya semangat corat coret. Alhasil dan singkat cerita, andi minta aku buat praktek, langsung speech.. Yaelah.. Mam Dewi sama Mam Imas (guru bahasa inggrisku) aja beluman dateng. But gapapa deh. Aku nyerocos ga berenti-berenti depan si andi. Satu-satu deh dijabanin judul demi judul. Daripada malu pas pidato depan Andreas Chan, bagusnya malu dulu depan temen sendiri, wkwkwk..
Abis nyerocos.. andi terus nyiapin pertanyaan ini dan itu terkait title nya. hmmm.. ini nih susah. Kadang dia pake bahasa inggris tingkat dewaaaa yg anak SMP sejobot aku ga ngerti apa maksudnya, hehe.. yaaa seenggaknya aku bisa nanya ke dia, sesekali jawabannya ngindonesia lagi dah... hahaha..

----

Singkat cerita, bel bunyi.. temen-temen sekelasnya aku udah pada masuk ke kelas. Termasuk si sensei Andi. Dia juga minta aku buat ulang-ulang lagi hafalan dan kefahaman aku tentang tulisan aku sendiri. Hah... aku makin deg-degan.. ini si Andreas bentar lagi dateng (mati dah panas dingin gueeee).. huft.. Andi bilang "Seenggaknya udah prepare sih, jadi kalo salah pas latian wajar"
Yapp.. andi bener 300%.. Aku harus yakin. Andi bilang harus PD, dan "semoga sukses".


---

Pukul 8 pagi di hari itu tahun 2005..
Andreas dan gurunya (gue lupa nih namanya) datang..
dengan santai dia bagi senyum kemenangan dia ke aku. haha.. (dasar bocahhh)..
Andreas bilang, ini pertama kalinya dia tandang ke SMP aku. haha.. Dia juga bilang nanti practice dan training nya dia minta di kelas aku. Di hadapan semua teman-teman aku. YA AMPUNNNN.. (gue jleb banget.. rasanya mau matiiii.. kok di luar kontrak gini nih.. Rasanya gue kena jantung koroner nih) Gimana kalo inggri jebot aku diketawain sama teman satu kelas? OH MY GOD...
But, every winner never refuse the challenges. "OK, Insha Allah" jawabku santai ke dia. Andreas bilang aku pasti ready banget.. haha PADAHAL..

Yaaa..
pintu kelas terbuka lebar. Jadwal pelajaran hari ini "PPKN" lewat dulu. Mam Dewi sudah ijin untuk sewa kelas aku.. haha (merasa berdosa ke temen-temen.. takut dibilang "TAKABUR, RIYA") haaaaaaaaaaaaaaaaa.... (gue jg ga PENGEN, guysss.. maapkeun hiks)

Gurunya Andreas kembali memberi Challange: "Kita Random aja.. kita undi judul pidatonyanya dengan sistem ambil nomor. How? Lalu, biar ga bosen dan keep attention ke yg speech, bagaimana kalau listeners nya di sini kasih pertanyaan ke yg speech. Kan jadi seru" dengan santai beliau memberi saran. Jleb.. HAH? (dalem ati... gue kaget BOK)..
Yap.. ga bisa nolak, kayaknya guruku juga pasrah dah..haha
---
Andreas sebagai tamu training paralel maju duluan. Aku lupa judul apa yang dia dapet. Tapi intinya, yang aku inget adalah BAHASA INGGRIS ANDREAS BAGUS BANGET (!). Aku juga ngang-ngak liat dia dengan fluent nya jawabin soal-soal yang ditanyain temen-temen kelas aku. Yang aku inget pertanyaan keren sih dari Nurbetha.. pointnya Nurbetha nanyain apa ukuran negara itu maju..itu sih yang aku inget.. hehe.. (padahal, aku juga bad banget di listening, So, bisa tau soal karena aku narik poin pertanyaan. Bukan karena ngerti BAHASA INGGRIS).
---
Tibalah giliran aku mempermalukan diri sendiri...
Aku maju dengan KURANG PD. Keliatlah pasti dari senyum dan cara aku jalan. Hah.. judul speech nomer berapa dahh yang bakalan nyantol di jari aku, aku udah pasrah deh :'(
Aku buka hasil undi, eng ing eng.. beneran aja.. aku nemu judul yang Jleb banget.. "IMPROVE YOUR ENGLISH" Gilaaaa judulnyaaaa.. masa aku harus nyeramahin temen-temen kelas aku untuk IMPROVE YOUR ENGLISH yang notabennya mereka INGGRISNYA lebih KEREN "otokeeeee?"..  Aku mulai gugup.. BUT "DAD SAID THIS MORNING... (WHEN U THINK YOUR FEAR IS STRONGER THAN ANYTHING, JUST SPEAK TO GOD BY PRAYING. JUST SAYING ""IN THE NAME OF ALLAH")
Yaaa.. aku baca dalam hati "Bismillahirrohmanirrohim"... aku tarik napasss & mulai...English.. why is it so important, guys? In this modern era, all young generations are busy to improve their English. Every single people believe by improving or using this international language, they will having a lot of chance....BLA..BLA..BLA.. Can you study English outside formal education (school)? And the answer is YES. How? Exactly.. By Playing Game.. Playstation teaches English to us a lot.. We should speak, chat and also write long sentences if we wanna be a winner in  SHUKODEN game. We need dictionary, need Alfalink, don't u? Yess OF COURSE.. bla..bla..
Thank you for your good attention. I need a lot of suggestions, questions, then positive critics from u all. Thank you.. Wassalamualaikum.. :)
(I heard a lot of applause from my KIND FRIENDS) ga jebot banget deh kayaknya..
Aku tutup muka aku.. rasanya malu banget nyeramahin temen-temen aku yg notabennya lebih pinter dari aku (sorry ya anak-anak IX.1. aku yakin kalian lebih bagus banget dari aku inggrisnya. Aku cuma beruntung aja bisa ngomong depan kalian waktu itu. AKU GA LEBIH PINTER. Buat aku kalian lebih dari aku di segala hal. Aku ga maksud nyeramahin hiks)

Hasil latihan berhari-hari itu ....akhirnya bisa bawa aku dan Andreas buat terbang ke JAKARTA dan competed dengan ratusan anak-anak dari seluruh Indonesia (tapi aku GAK MENANG KOK..hehe TENANG.. masih banyak anak-anak lain yg PINTERRRR banget lahh dari aku..ITU PASTI. AKU MAH UPILL kali.. haha. BUT, andreas keren.. dia bisa masuk 20 besar loh waktu itu. Dia satu satunya wakil Palembang saat itu. OH IYA, ANDREAS CHAN yang sekarang..hmmm aku dapet kabar sih dari HANSEN temen 1 sekolah dia yang kemaren waktu magang di BI samaan dengan aku; KALO ANDREAS sekarang sedang study di LUAR NEGERI; aku lupa dimana, kalo ga salah di CANADA. IYAAA andreas emang keren banget hehe)
Balik lagi ke cerita, lomba speech itu di DEPOK daerah SAWANGAN (aku kepikiran sih buat cari lagi tempat itu, yang udah kurang lebih 8 tahun lalu, untuk sekadar dikunjungi sekarang. Toh sekarang aku juga lagi kuliah deket daerah ituu) BUT ah sudahlah.. :D

INTINYA bukan paragraf barusan. AKU AKAN TULIS LAGI CERITA sambungan, ini bukan niat sombong. cuma buka apa YANG SEBENERNYA aku rasain (ngerasa berdosa bgt) dan jalanin ke belakang.
dari cerita ini, AKU CUMA MAU bilang "kadang Tuhan ngomong dengan kita dengan cara yang BERBEDA" Aku tau, sebenarnya TUHAN minta aku untuk PERBAIKI BAHASA INGGRIS aku. Aku harus belajar banyak ke siapapun, termasuk orang di luar sekolah (re: Andreas, misalnya). Aku harus hargai waktu. Aku harus sadar kalo bersusah payah kadang diperlukan kalo mau SUKSES. Aku juga mesti tau kalo LOW PROFILE adalah kunci terbaik untuk memenangkan situasi. JANGAN TAKABUR, banyak teman artinya banyak yang mendengar, mensupport dan membantu. JADI AKU harus punya banyak TEMAN. SOMETIMES, kita harus belajar dari apa aja termasuk BELAJAR untuk terus MEMPERBAIKI DIRI. DOA adalah senjata AMPUH setelah berusaha dengan upaya TERBAIK (itqon).

Akhirnya, GARA-GARA speech itu, ayah mencebloskan aku ke salah satu lembaga LES INGGRIS di Palembang. Ayah bilang kalo beliau yakin, "BAHASA INGGRIS akan sangat aku BUTUHKAN ke depannya". huft, sayangnya ayah BENAR SEKALI, thanks YAH-BUK :)
yaaa segitu dulu.. (seinget aku) :D

besok nyambung lagi.. masih banyak DOSA-yang belum di REVEAL :'(

di malam lagi niat bersihin laptop dari FOLDER SPAM,, eh malah nulis hehe..
3/9/2014 (malem kamis di kosan, Sentul City ALAMANDA)







readmore »»