طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ #menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim# اطْلُبُوْا الْعِلْمَ وَلَوْ بِالصِّيْنِ #tuntutlah ilmu walau hingga ke negeri Cina#

Kamis, 19 Juli 2012

Surat Cinta Nan-Romantis Habibie kepada Ainun

Membaca buku 'Habibie dan Ainun' begitu menyentuh hati. Ternyata seorang jenius B.J. Habibie, Presiden Indonesia ke-3 ini pun mampu untuk selalu berlaku begitu romantis kepada sang isteri yang telah dinikahinya ber-puluh-puluh tahun, tak terkecuali setelah kepergiannya.

Membaca buku ini pun, saya kemudian merasa tersangat beruntung karena menemukan harta karun kecil yang begitu bernilai harganya bagi sang Professor tamatan Jerman tersebut. Tak lain adalah ukiran kalimat kalimat indah nan mesra yang ditulis Pak Habibie kepada Almarhummah isterinya tercinta, Bu Ainun, yang mana menurut para ajudan kepercayaan, Bu Ainun adalah satu-satu nya sosok ibu negara yang membaca kitab suci (al-quran) di sepanjang waktunya dalam pesawat ketika menemani tugas kedinasan Pak Habibie (selaku Presiden kala itu) dari Indonesia ke berbagai negara. 



Berikut, kutipan surat cinta nan indah dan romantis yang ditulis Pak Habibie kepada Isterinya (almh. Bu Ainun):


Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,dan kematian adalah sesuatu yang pasti,dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja,

  
lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.

 Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.


Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang,

pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,

aku bukan hendak megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.

Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,

tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.


mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.


Selamat jalan,

Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,

kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.

selamat jalan sayang,

cahaya mataku, penyejuk jiwaku,

selamat jalan,

calon bidadari surgaku ....


B.J. Habibie




Dan beruntungnya kita, buku Habibie dan Ainun ini kabarnya akan segera dilayar-lebarkan dan tayang pada Desember 2012. So, jangan kelewatan ya melihat romantisnya perjalanan dua insan yang saling mencintai ini :)

Jusuf Habibie (Kekasih yang tampan), Hasri Ainun (Mata yang indah)
Nama yang sangat indah dan cocok .. :) jika digabungkan kurang lebih (Kesasih bermata indah yang tampan) hehehe (asalsaja.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar