طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ #menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim# اطْلُبُوْا الْعِلْمَ وَلَوْ بِالصِّيْنِ #tuntutlah ilmu walau hingga ke negeri Cina#

Jumat, 27 April 2012

Mengapa Antartika Unik?

Antartika, benua putih tanpa terik matahari, tanpa indahnya kemilau surya di siang hari dan waktu malam yang begitu panjang. Tempat dimana beruang kutub begitu asyik menghabiskan sepanjang hidup dengan "mantel alamiah' bertahun-tahun lamanya. Itulah cerita yang sering sekali dilontarkan oleh ayah saya sebelum saya tidur. Dongeng indah yang selalu menggambarkan begitu unik dan menyenangkan bila kita tinggal di suatu kawasan "snow area". Namun, seiring beranjak waktu dan berbekal data dari beberapa artikel yang saya baca, maka saya semakin mengetahui fakta sesungguhnya mengenai benua ini. Memang seluruh cerita versi ayah saya tak semuanya nyata. Namun beliau ternyata ada benarnya. Mengenai apa? yup, mengenai keunikan Antartika. 



Antartika merupakan benua yang meliputi Kutub Selatan Bumi. Tempat terdingin di muka bumi ini sebagian besar tertutup es sepanjang tahun, dengan suhu yang mencapai -85 dan -90 derajat Celsius di musim dingin dan 30 derajat lebih tinggi di musim panas. Benua ini juga memiliki ketinggian tanah rata-rata tertinggi, kelembaban rata-rata terendah, dan suhu rata-rata terendah di antara semua benua di bumi. Sebenarnya masih banyak fakta dari benua Antartika yang mungkin  belum kita ketahui,  menarik untuk ditelusuri. Misalnya:

1. Siapa Pemilik Antartika
Antartika memiliki keistimewaan, yaitu satu satunya di bumi yang tidak diperintah oleh bangsa manapun. Benua ini merupakan zona bebas yang tidak memiliki negara dan pemerintah. Walaupun sampai saat ini masih ada beberapa negara di dunia yang mengajukan klaim kepemilikan wilayah di benua Antartika tersebut.

2. Meteorit
Salah satu yang paling menarik tentang benua ini adalah tempat terbaik di dunia untuk menemukan meteorit. Ternyata, jumlah meteorit yang menabrak lapisan es Antartika, tersimpan baik daripada meteroit yang jatuh di belahan bumi lainnya. Pecahan meteroit dari Mars adalah salah satu penemuan paling berharga dan tak terduga. Rupanya meteorit ini mencapai bumi dengan kecepatan mencapai sekitar 18.000 km/jam.

3.  Tidak Memiliki Zona Waktu
Antartika adalah benua tanpa zona waktu. Para ilmuwan yang tinggal di Antartika biasanya menggunakan zona waktu negara asalnya.

4. Hewan
Antartika merupakan benua yang jarang memiliki hewan darat. Salah satu bentuk terbesar dapat hidup di sini adalah serangga. Diantaranya, Belgica Antartika yang memiliki panjang 1,3 cm. serangga ini juga memiliki sayap yang kecil. Tidak ada serangga yang mampu terbang, karena kondisi sangat berangin. Namun, springtails hitam yang melompat seperti kutu dapat ditemukan di antara koloni penguin. Selain itu, informasi menarik lainnya adalah Antartika adalah satu satunya benua yang tidak memiliki spesies semut.

5. Global Warming
Es utama pada daratan Antartika di Kutub Selatan, sekitar 90% es dunia (dan 70% air segar). Antartika tertutup es rata rata 2.133 meter (7000 kaki) tebal nya. Jika semua es Antartika mencair, permukaan air laut di seluruh dunia akan mengalami kenaikan sekitar 61 meter (200 kaki). Anda tahu, jika suhu rata rata di Antartika saat ini ialah -37 celsius, sehingga akan membahayakan bumi kita dengan adanya pencairan es kutub. Bahkan sebagian besar daratan di benua tersebut, ada yang berada di atas titik beku karena suhu global yang meningkat drastis.

Tambahan
Bongkahan Es Raksasa The Iceberg -B-15
Iceberg B-15 adalah salah satu gunung es terbesar di dunia. Ukurannya sekitar panjang 295 km  dan lebar 37 km (183-23 mil), dengan luas permukaan 11.000 km persegi (4250 mil persegi), ukurannya lebih besar dari pulau Jamaika. Massa bongkahan es tersebut diperkirakan sekitar tiga miliar ton. Setelah hampir satu dekade, bagian daro B-15 masih belum mencair. 

Begitulah. Tertarik? Ayo kita siapkan tabungan untuk segera menuju ke sana.. Siapkan saja mantel anda,hehehe :)







readmore »»  

Rabu, 25 April 2012

Beragam Makanan Pembawa Senyuman


Merasa terlalu banyak masalah, beban fikiran, atau kesuntukan?
Terkadang aktivitas hidup yang begitu padat, tuntutan pekerjaan serta lingkungan anda membuat anda tidak berselera melakukan sesuatu atau malah membuat jengkel. Kondisi ini sering kali menyebabkan kita semua merasa stress. Namun, hal ini ternyata bisa diminimalisir dengan mengonsumsi makanan sehat dan pembawa senyuman.Anda harus mencoba dan membuktikan sendiri khasiat buah-buah pembawa senyuman dan pembunuh stres ini:

 1. Alpukat
Selain baik untuk bahan kecantikan seperti lotion, untuk creambath, dan masker wajah, ternyata alpukat juga baik dikonsumsi untuk meredakan stress dan membuat bahagia. Para pakar kesehatan menemukan bahwa alpukat kaya akan kandungan asam folat, zat kimia alami yang bisa meningkatkan metabolisme serta energi dalam tubuh. Campurkan buah alpukat dalam es buah atau dibuat jus sangat pas untuk penambah mood agar bisa semangat bekerja sepanjang hari.
 
2. Cabai
Saat stress melanda anda dapat mencoba makanan yang pedas-pedas. Seperti bakso, mie, atau menu sehari-hari dengan tambahan sambal yang agak banyak. Sambal yang ekstra pedas dapat membantu membuat bahagia dan gembira karena kandungan cabai pada sambal bisa meningkatkan endorfin, zat yang membuat orang gembira dan semangat.
 
3. Bawang Putih
Salah satu bumbu dapur ini memang membuat bau mulut yang tak sedap. Tetapi manfaatnya besar yaitu meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh. Semakin banyak aliran darah, semakin sedikit energi yang digunakan oleh jantung Anda. Hal itu dapat membuat kita merasa bahagia. Tubuh tidak lemah dan jauh-jauh dari mood yang buruk.

4. Madu
Mencampurkan madu pada minuman dapat menjadi alternative yang baik untuk mengawal hari. Gula alami atau biasa disebut fruktosa yang terkandung di dalam madu dapat meningkatkan stamina serta mood seseorang.

5. Biji Labu
Biji labu berbentuk camilan seperti kuaci yang berasal dari biji matahari. Biji labu bersifat baik karena dapat meningkatkan hormon seseorang untuk mengatur suasana hatinya.

6. Kacang Almond
Selain baik untuk diet, kacang almond memiliki manfaat seperti bawang putih. Selain mengandung asam amino yang dapat melancarkan aliran darah kacang ini bisa buat Anda memiliki lebih banyak energi serta meningkatkan mood.

7. Cokelat
Makanan favorit wanita ini diketahui kaya akan antioksidan yang mampu melawan penyakit. Cokelat juga dianggap sebagai makanan super yang berpotensi memiliki manfaat kesehatan. Cokelat dipercaya bisa membuat orang senang, berkat efeknya pada neurotransmitter dan endorfin –zat di otak yang membuat orang merasa senang.
readmore »»  

Sabtu, 21 April 2012

Di Balik Pesan R.A. Kartini; " Door Duisternis Tot Licht"



Emansipasi, itulah yang sering disandingkan oleh banyak oknum mengenai sosok Kartini. Benarkah hal ini? Lantas wujud emansipasi semacam apa yang sebenarnya disampaikan Kartini? sehingga orang identik menyebutnya sebagai salah satu pencetus emansipasi bagi wanita?

Ada beberapa surat Kartini yang ia tulis dalam bahasa Belanda yang kemudian banyak penerjemahan, ada beberapa pesan yang sebenaranya ingin disampaikan Kartini yang hingga kini belum tersibak.

Berikut ada beberapa pesan Kartini kepada teman-temannya di Eropa:

”Kartini berada dalam proses dari kegelapan menuju cahaya (door duisternis Tot Licht). Namun cahaya itu belum purna menyinarinya secara terang benderang, karena terhalang oleh tabir tradisi dan usaha westernisasi. Kartini telah kembali kepada Pemiliknya, sebelum ia menuntaskan usahanya untuk mempelajari Islam dan mengamalkannya, seperti yang diidam-idamkannya: Moga-moga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat umat agama lain memandang agama Islam patut disukai” (Surat Kartini kepada Ny. Van Kol, 21 Juli 1902).

Hari ini (21 April 2012), Bangsa Indonesia memperingatinya sebagai tonggak sejarah lahirnya seorang wanita Indonesia yang berjuang untuk kaumnya, wanita Indonesia. Namun, satu hal yang jarang diungkapkan, bahkan terkesan disembunyikan dalam catatan sejarah, adalah usaha Kartini untuk mempelajari Islam dan mengamalkannya, serta bercita-cita agar Islam disukai. Simak suratnya di atas yang dikirimnya kepada Ny. Van.

Sosok Kartini bahkan dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk kampanye emansipasi yang menyalahi fitrah wanita, yakni mendorong kaum wanita agar diperlakukan sederajat dengan kaum pria, diperlakukan sama dengan pria, padahal kodrat pria dan wanita berbeda, demikian pula peran dan fungsinya sebagai khalifah di muka bumi ini.

Kian hari emansipasi kian mirip saja dengan liberalisasi dan feminisasi. Sementara Kartini sendiri sesungguhnya makin meninggalkan semuanya, dan ingin kembali kepada fitrahnya.

Perjalanan Kartini adalah perjalanan panjang. Dan dia belum sampai pada tujuannya. Jangan salahkan Kartini kalau dia tidak sepenuhnya dapat lepas dari kungkungan adatnya. Jangan salahkan Kartini kalau dia tidak dapat lepas dari pengaruh pendidikan Baratnya. Kartini sudah berusaha untuk mendobraknya.

Yang kita salahkan adalah mereka yang menyalah-arti-kan kemauan Kartini. Kartini tidak dapat diartikan lain kecuali sesuai dengan apa yang tersirat dalam kumpulan suratnya : “Door Duisternis Tot Licht” yang telanjur diartikan sebagai “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Prof. Haryati Soebadio (cucu tiri Ibu Kartini) mengartikan kalimat “Door Duisternis Tot Licht” sebagai “Dari Gelap Menuju Cahaya” yang bahasa Arabnya adalah “Minazh-Zhulumaati ilan-Nuur“. Kata dalam bahasa Arab tersebut, tidak lain, merupakan inti dari dakwah Islam yang artinya: membawa manusia dari kegelapan (jahiliyah) ke tempat yang terang benderang (hidayah atau kebenaran Ilahi), sebagaimana firman-Nya:

”Allah pemimpin orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya. Dan orang-orang kafir pemimpinnya adalah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya ke kegelapan. Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal didalamnya” (QS. Al-Baqarah : 257).

Kartini yang dikungkung oleh adat dan dituntun oleh Barat, telah mencoba merintis jalan menuju benderang kebenaran Ilahi. Tapi anehnya, tak seorang pun melanjutkan perjuangannya. Wanita-wanita kini mengurai kembali benang yang telah dipintal Kartini. Sungguhpun mereka merayakan hari lahirnya, namun mereka mengecilkan arti perjuangannya.

Gagasan-gagasan cemerlang Kartini yang dirumuskan dalam kamar yang sepi, mereka peringati di atas panggung yang bingar. Kecaman Kartini yang teramat pedas terhadap Barat, mereka artikan sebagai isyarat untuk mengikuti wanita-wanita Barat habis-habisan.

KARTINI merupakan salah satu contoh figur sejarah yang lelah menghadapi pertarungan ideologi. Ia berusaha mendobrak adat, mengelak dari Barat, untuk mengubah keadaan. Dalam sebuah suratnya Kartini mengatakan: ”Manusia itu berusaha, Allah-lah yang menentukan” (Surat Kartini kepada Ny. Ovink Soer, Oktober 1900).

Simaklah kritik Kartini pada tradisi yang mengekangnya sebagaimana ditulisnya kepada Stella, 18 Agustus 1899:

”Adat sopan-santun kami, orang Jawa, amatlah rumit. Adikku harus merangkak bila hendak lalu di hadapanku. Kalau adikku duduk di kursi, saat aku lalu, haruslah segera ia turun duduk di tanah, dengan menundukkan kepala, sampai aku tidak kelihatan lagi… Tiap kalimat yang diucapkan haruslah diakhiri dengan sembah…

Seorang gadis harus perlahan-lahan jalannya, langkahnya pendek-pendek, gerakannya lambat seperti siput, bila berjalan agak cepat, dicaci orang, disebut “kuda liar”

Peduli apa aku dengan segala tata cara itu … Segala peraturan, semua itu bikinan manusia, dan menyiksa diriku saja. Kau tidak dapat membayangkan bagaimana rumitnya etiket di dunia keningratan Jawa itu …”

Menurut Kartini, setiap manusia sederajat dan mereka berhak untuk mendapat perlakuan sama. Kartini paham benar bahwa saat itu, terutama di Jawa, keningratan seseorang diukur dengan darah.

”Bagi saya hanya ada dua macam keningratan : keningratan pikiran dan keningratan budi. Tidak ada yang lebih gila dan bodoh menurut persepsi saya daripada melihat orang yang membanggakan asal keturunannya… (Surat Kartini kepada Stella, 18 Agustus 1899).

KARTINI lahir dari keluarga ningrat jawa. Ayahnya, R.M.A.A Sosroningrat, pada mulanya adalah seorang wedana di Mayong. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Teluwakur, Jepara.

Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari kesemua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua. Beliau adalah keturunan keluarga yang cerdas. Kakeknya, Pangeran Ario Tjondronegoro IV, diangkat bupati dalam usia 25 tahun.

Kakak Kartini, Sosrokartono, adalah seorang jenius dalam bidang bahasa. Dalam waktu singkat pendidikannya di Belanda, ia menguasai 26 bahasa: 17 bahasa-bahasa Timur dan 9 bahasa-bahasa Barat.

Kartini sendiri secara formal pendidikannya hanya sampai pada tingkat Sekolah Rendah. Tapi beliau dapat memberikan kritik dan saran yang jelas kepada kebijaksanaan pemerintah Hindia Belanda pada waktu itu. Dengan nota yang berjudul: “Berilah Pendidikan kepada bangsa Jawa”, Kartini mengajukan kritik dan saran kepada hampir semua Departemen Pemerintah Hindia Belanda, kecuali Departemen Angkatan Laut (Marine).

Salah satu saran yang beliau ajukan kepada Departemen Kesehatan adalah sebagai berikut:

”Para dokter hendaklah juga diberi kesempatan untuk melengkapi pengetahuannya di Eropa. Keuntungannya sangat menyolok, terutama jika diperlukan penyelidikan yang menghendaki hubungan langsung dengan masyarakat. Mereka dapat menyelidiki secara mendalam khasiat obat-obatan pribumi yang sudah sering terbukti mujarab….”

KARTINI ingin menjadi Muslimah sejati. Ketika belajar mengaji (membaca Al-Quran), guru mengajinya marah ketika Kartini menanyakan makna kata-kata Al-Quran yang dibacanya.

Suatu ketika Kartini ”menguping” pengajian bulanan khusus anggota keluarga di rumah pamannya, seorang Bupati di Demak (Pangeran Ario Hadiningrat). Penceramahnya, Kyai Haji Mohammad Sholeh bin Umar, seorang ulama besar dari Darat, Semarang, mengajarkan tafsir Surat Al-Fatihah.

Selesai acara pengajian, Kartini menemui Kyai Sholeh. “Kyai, selama hidupku baru kali inilah aku sempat mengerti makna dan arti surat pertama, dan induk Al-Quran yang isinya begitu indah menggetarkan sanubariku. Maka bukan buatan rasa syukur hati aku kepada Allah, namun aku heran tak habis-habisnya, mengapa selama ini para ulama kita melarang keras penerjemahan dan penafsiran Al-Quran dalam bahasa Jawa. Bukankah Al-Quran itu justru kitab pimpinan hidup bahagia dan sejahtera bagi manusia?” kata Kartini.

Setelah pertemuannya dengan Kartini, Kyai Sholeh tergugah untuk menterjemahkan Al-Quran ke dalam bahasa Jawa. Pada hari pernikahan Kartini, Kyai Sholeh menghadiahkan kepadanya terjemahan Al-Quran (Faizhur Rohman Fit Tafsiril Quran). Mulailah Kartini mempelajari Islam dalam arti yang sesungguhnya.

Dalam banyak suratnya sebelum wafat, Kartini banyak sekali mengulang-ulang kalimat “Dari Gelap Kepada Cahaya” ini. Karena Kartini selalu menulis suratnya dalam bahasa Belanda, maka kata-kata ini dia terjemahkan dengan “Door Duisternis Tot Licht”.

Setelah Kartini mengenal Islam sikapnya terhadap Barat mulai berubah:

“Sudah lewat masanya, tadinya kami mengira bahwa masyarakat Eropa itu benar-benar satu-satunya yang paling baik, tiada taranya. Maafkan kami, tetapi apakah ibu sendiri menganggap masyarakat Eropa itu sempurna? Dapatkah ibu menyangkal bahwa di balik hal yang indah dalam masyarakat ibu terdapat banyak hal-hal yang sama sekali tidak patut disebut sebagai peradaban?” (Surat Kartini kepada Ny. Abendanon, 27 Oktober 1902).

Kartini juga menentang semua praktek kristenisasi di Hindia Belanda:

“Bagaimana pendapatmu tentang Zending (kristenisasi), jika bermaksud berbuat baik kepada rakyat Jawa semata-mata atas dasar cinta kasih, bukan dalam rangka Kristenisasi? …. Bagi orang Islam, melepaskan keyakinan sendiri untuk memeluk agama lain, merupakan dosa yang sebesar-besarnya. Pendek kata, boleh melakukan Zending, tetapi jangan mengkristenkan orang. Mungkinkah itu dilakukan?” (Surat Kartini kepada E.E. Abendanon, 31 Januari 1903).

Bahkan Kartini bertekad untuk memenuhi panggilan surat Al-Baqarah:193, berupaya untuk memperbaiki citra Islam selalu dijadikan bulan-bulanan dan sasaran fitnah. Dengan bahasa halus Kartini menyatakan: “Moga-moga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat umat agama lain memandang agama Islam patut disukai.” (Surat Kartini kepada Ny. Van Kol, 21 Juli 1902)

Kembali pada gelarnya sebagai salah satu pencetus emansipasi wanita, benarkah? Surat Kartini-lah yang akan menjawabnya, di sini;

“Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak perempuan, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangannya: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama. [Surat Kartini kepada Prof. Anton dan Nyonya, 4 Oktober 1902].

Inilah gagasan Kartini yang sebenarnya, namun kenyataannya sering diartikan secara sempit dengan satu kata: emansipasi. Sehingga setiap orang bebas mengartikan semaunya sendiri.

Pada dasarnya, Kartini ingin berjuang di jalan Islam. Tapi karena pemahamannya tentang Islam belum menyeluruh, maka Kartini tidak mengetahui panjangnya jalan yang akan ditempuh dan bagaimana cara berjalan di atasnya.

Namun Kartini berjuang seorang diri, dengan segala keterbatasan. Ali bin Abi Thalib menegaskan: ”Kebenaran yang tidak terorganisir dapat dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisir”. Wallahu’alam bish-shawab. (ASM. Romli. Sumber: media-isnet & suaramuslim).*

Semoga ini menyibak pesan di balik kalimat KARTINI "Door Duisternis Tot Licht" (Dari Kegelapan menuju Cahaya)





readmore »»  

Sabtu, 17 Maret 2012

Belajarlah pada Ahlinya!

Tanyakan pada ahlinya, itulah yang diajarkan agama kita pada seluruh muslim di dunia ini. Kemarin, kami berkunjung ke salah satu universitas di Bogor, Jawa Barat untuk mengikuti seminar "Ekonomi Islam bagi Kemakmuran Bangsa". Di sini, sebenarnya kami punya dua kepentingan, hhee. Pertama: kami ingin menambah pengetahuan melalui seminar. Kedua: pemenuhan tugas salah satu mata kuliah, dengan tema "berbagi dan wawancara tokoh". Nah,tokoh yang kami kejar, kebetulan hadir di acara seminar ini, beliau adalah Ibu Martha Kirana, Kepala Cabang BTN(Bank Tabungan Negara) Syariah Bogor. Bagi masyarakat Bogor, beliau sudah tak asing lagi. Beliau adalah wanita yang dikenal banyak aksinya. Beliaulah yang mengusung produk pembiayaan murabahah bagi UKM "Ayam Ungkep" di Bogor yang kini menjamur. Beliau juga yang mengusung produk pembiayaan umroh pahlawan tanpa tanda jasa "guru dan dosen",produk pembiayaan pernikahan, serta pembiayaan usaha rintisan, dan hebatnya, beliau juga kini giat mengembangkan dan mendukung usaha kecil dan menengah "ikhtiar", yang anggotanya adalah 9000 wanita miskin. Namun canggihnya, keterampilan serta keahlian anggota UKM ini sudah di kenal hingga seluruh Jawa-Barat dengan produk-produk "handmade" hasil karya mereka. Yang membuat luar biasa, Ibu Martha Kirana belum genap satu tahun menjabat sebagai KaCab BTN Syariah, namun gerakan beliau begitu lincah. Sebagai sesama wanita kami turut bangga akan prestasi beliau.





Kami pun menguak rahasia kepemimpinan beliau. Ibu Martha Kirana menuturkan bahwa, sebagai seorang pemimpin yang bisa dikatakan baru di perusahaan, beliau harus menerapkan langkah jitu, seperti: jangan jaim (jaga image), tegas (dalam memberi reward dan punishment), silaturahim dengan staff yang merupakan partner dalam kerja, dan innovativ.





1) Jangan "Jaim (jaga image)"
jika ingin sukses memimpin, menurut ibu Martha, jangan sekali-kali gengsi untuk bertanya, untuk belajar dengan yang lebih muda. Jangan karena jabatan, kita enggan belajar dan bertanya dengan staff kita yang lebih muda. Beliau menuturkan bahwa, ilmu perbankan syariah beliau masih sedikit sekali, sehingga terkadang, beliau masih butuh bantuan banyak dari staff-nya. Begitupun sebaliknya, jangan lelah untuk terus membimbing SDM muda perbankan syariah yang menurut beliau, SDM perbankan syariah masih kurang dari sisi kuantitas dan pengalaman karena kebanyakan mereka adalah tamatan baru (fresh graduated), tak jarang beliau harus terus membimbing dan mengarahkan mereka agar semakin menjadi expertis dalam praktik, dan itu telah jadi kewajiban dan mesti jadi kewajiban belaiu, katanya.





2) Tegas dalam "Reward dan Punishment"
Seorang pemimpin harus tegas dalam kebijakan, jangan sampai kendur dalam hal otoritas. Jika staff terus menanjak prestasinya, pamimpin turut senang juga, mestinya. Berikan penghargaan, agar produktivitas staff kita semakin canggih dan merasa dihargai perusahaan. Begitupun jika mereka lalai atau melakukan kesalahan dalam pekerjaan, maka sebaiknya pemimpin harus mengingatkan dan jika terus terulang maka perlu ada sanksi ketat yang bertujuan mendidik dan membangun performa kerja staf. Hal inilah yang membuat seseorang akan terus bergairah dan termotivasi untuk terus jadi yang terbaik dalam lingkungan pekerjaannya.




3) Silaturahim dengan Seluruh Civitas Kerja
Anggaplah staff anda sebagai partner, bukan sebagai mesin kerja. Mereka keluarga, itulah yang membuat pemimpin dan staff-nya dekat. Kedekatan akan membuat seluruh proyek berjalan mulus, karena merasa, orang yang bekerja dengan kita adalah orang yang begitu menghargai kita. Nah, kenyamanan ini yang akan membuat adanya kenyamanan kerja dan insyAllah tugas-tugas menjadi mudah, cepat dan semakin sederhana karena di-sharing bersama.




4) Innovative dan Istiqomah
Ibu Martha belum lupa dengan pepatah ini: ide dari satu kepala, tidak akan lebih canggih dibanding ide yang datang dari 1000 kepala. Sering kali, inovasi itu muncul karena sharing bersama dalam kelompok kerja. Dari berbagai kepala, lahirlah aset berharga berupa ide produk. Inilah yang harus kita kembangkan, innovasi dalam team-work. Innovasi begitu dibutuhkan dalam pasar. Semua orang mencari produk halal, baik secara financial(formalitas) maupun secara syariah(substansi), produk yang mudah diterapkan dan menjawab kebutuhan masyarakat. InsyAllah jika dibicarakan bersama, maka akan lahir innovasi-innovasi hebat dan luar biasa. Tak cukup dengan itu, menjalankan produk juga harus sungguh-sungguh dan istiqomah, karena belum tentu masyarakat langsung mengenal produk kita. Di sini, keistiqomahan kita harus semakin digencarkan agar kualitas produk dan kinerja tidak "down" dan tetap terus bersemangat.



Itulah sedikit perbincangan kami dengan beliau. Tapi ada sisi lain yang saya temukan dari kepribadian ibu Martha,beliau begitu ramah dan gaul,ternyata hehe..
Terima Kasih, Bu atas ilmu dan waktunya... :)




readmore »»  

Kita-lah "Agent of Change"

Berbagi ilmu itu bisa dengan siapa saja. Di rantau, kita tidak kenal siapapun, keluarga? jauh sekali, kerabat dan handai taulan? juga begitu. Yang paling dekat dengan kita adalah masyarakat dan tetangga sekitar. Menariknya di sini, untuk mengisi waktu luang, mahasiswa/i selalu berbagi ilmu dengan anak-anak di lingkungan masyarakat sekitar. Anak-anak ini, mereka semangat sekali balajar bahasa Inggris. Lihatlah ini:






Bukan hanya itu, mereka juga sudah banyak loh.. hafalan doa-doanya. Mereka juga sering sekali kami pancing untuk menguak cita-cita yang ingin mereka capai, dan hasilnya, wow..tak sedikit dari mereka yang ingin jadi pilot, guru, dokter dan bahkan pelukis ataupun presiden. ckckck..subhanallah..lihat! inilah calon pemimpin bangsa ini:






Kita sebagai mahasiswa harus turut aktif maupun pasif (dengan aksi ataupun opini, tulisan dan ide) di lini-lini yang mendorong kebangkitan bangsa. Terutama pendidikan, pendidikan begitu penting guna mencerdaskan kehidupan bangsa. Kita bisa menjadi guru-guru muda. Bukan berarti mereka yang belajar di IKIP saja yang bisa menjadi young teacher, anda yang sebenarnya ahli komputer, teknik, ekonomi, bahasa, sastra, juga bisa turut membangun fondasi pendidikan muda bagi anak-anak di sekitar anda. Setidaknya, dari kelompok belajar mini, 1 mahasiswa mengajar 5 anak. Mereka juga sebagiaannya adalah anak-anak yang berasal dari keluarga yang lemah secara finansial. Kita tunjukan dengan aksi, bahwa kita adalah agent of change...





Sudah terlalu sering negeri ini disuap dengan hal-hal buruk tentang dirinya sendiri,di media cetak, elektronik, kini kitalah yng harus sampaikan pada generasi muda, bahwa negeri kita kaya, makmur, berharga dan indah. Mereka harus tahu agar mereka cinta. seperti kata pepatah "tak kenal maka tak sayang".




Karena kita tak peranh tahu, pemimpin bangsa ini kelak terlahir dari rahim siapa, dan dari masyarakat yang bagaimana...
semangat..


readmore »»  

Rabu, 29 Februari 2012

Pandangan Positif Terhadap Konvergensi IFRS di Indonesia





The goal:
Meningkatkan kualitas laporan keuangan perusahaan-perusahaan di Indonesia baik mikro maupun makro, agar tidak tertinggal dalam bersaing dan listed secara nasional maupun internasional.

Status Quo:
Indonesia

The Background:
Information is the lifeblood of the capital markets
Sebuah statement yang dimuat DiPizza dan Bob Eccles (CEO PricewaterhouseCoopers) dalam bukunya yang berjudul “Building The Public Trust”.
Kini bisa kita saksikan sendiri, kemajuan teknologi dan informasi di seluruh bidang termasuk di lingkungan pelaporan keuangan yang mengalami perubahan signifikan, mengurangi batasan yang bersifat fisik, wilayah dan waktu. Kemajuan teknologi memungkinkan adanya penyediaan informasi lengkap, hanya dengan menekan tombol enter melalui sebuah laptop di tengah wilayah perkebunan di daerah terpencil sekalipun. Kemajuan ini mengundang jutaan investor yang berasal dari seluruh dunia untuk hadir di sebuah pasar modal. Antusias para investor ini tidak lagi dibatasi wilayah negara. Mungkin saja seorang investor Amerika datang untuk berinvestasi ke China, Singapura, Malaysia, bahkan Indonesia.
Hanya saja pasar dunia sangat bergantung pada keefektif-an, informasi keuangan yang jelas, transparan, mudah dipahami dan dimengerti, serta relevan. Bukanlah investor dan analis saja yang membutuhkan informasi seperti ini, melainkan juga stakeholder yang mencakup; pekerja, supplier, customer, creditor, bahkan pemerintah. Para stakeholders di zaman modern ini, tentunya tidak hanya ingin megetahui informasi keuangan sebuah perusahaan saja, namun juga banyak perusahaan di seluruh dunia dengan tujuan benchmarking, membandingkan antar industry vertical maupun horizontal. Benchmarking menjadi begitu penting dalam hal kompetitif pada bisnis global dewasa ini.
Namun, tentunya akan sangat kesulitan bagi stakeholders maupun investor yang akan memenuhi kebutuhan ini jika perusahaan tetap bertahan pada prinsip pelaporan keuangan masing-masing dan berbeda-beda. Laporan keuangan sebuah perusahaan dapat dikomparasi jika ada penyeragaman satu sama lainnya.

Justification:
Konvergensi IFRS sebagai standar baru internasional merupakan sebuah fenomena global yang begitu cepat menyebar hampir di seluruh dunia. Australia, Rusia, keseluruhan negara-negara bagian di Eropa, sebagaian besar negara-negara di Timur Tengah dan Afrika telah memutuskan untuk mengubah secara besar–besaran standarnya dan menggunakan IFRS. Sedangkan Amerika Serikat, Afrika Selatan, Singapura dan Malaysia, tetap berkomitmen pada konvergensi standar lokal dengan tolak ukur internasional. Bagaimana dengan Indonesia? Akankah kita terus bertahan pada standar lokal (PSAK)? Sedangkan kita tahu bahwa standar selalu berkembang dan yang tak mengikuti akan tergilas perkembangan.

Definition:
IFRS merupakan standar akuntansi internasional yang diterbitkan oleh internasional Accounting Standard Board (IASB). Standar akuntansi Internasional (Internasional Accounting Standard/ IAS) disusun oleh 4 organisasi utama yaitu Bandar Standar Akuntansi Internasional (IASB), Komisi Masyarakat Eropa (EC), Organisasi Internasional Pasar Modal (IOSOC), dan Federasi Akuntansi Internasional (IFAC).
Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB) yang dahulu bernama Komisi Standar Akuntasi Internasional (AISC) merupakan lembaga independen untuk menyusun standar Akuntansi. Organisasi ini memiliki tujuan mengembangkan dan mendorong penggunaan standar akuntansi global yang berkualitas tinggi, dapat dipahami dan dapat diperbandingkan (Choi et al., 1999 dalam Intan Immanuel, puslit2.petra.ac.id).
Menurut Sri Mulyani (Mantan Menteri Keuangan Indonesia) bahwa IFRS (Internasional Financial Accounting Standard) adalah suatu upaya untuk memperkuat arsitektur keuangan global dan mencari solusi jangka panjang terhadap kurangnya transparansi informasi keuangan.
Tujuan IFRS adalah memastikan bahwa laporan keuangan interim perusahaan untuk periode-periode yang dimaksudkan dalam laporan keuangan tahunan, mengandung informasi berkualitas tinggi yang:
• Transparansi bagi para pengguna dan dapat dibandingkan sepanjang periode yang disajikan
• Menyediakan titik awal yang memadai untuk akuntansi yang berdasarkan pada IFRS
• Dapat dihasilkan dengan biaya yang tidak melebihi manfaat para pengguna.
Mechanism:
Mekanisme penerapan IFRS di Indonesia

TAHAP ADOPSI (2008)
• Adopsi seluruh IFRS ke dalam PSAK
• Persiapkan infrastruktur yang diperlukan
• Evaluasi dan kelola dampak adopsi terhadap PSAK yang berlaku

TAHAP PERSIAPAN AKHIR (2011)
• Penyelesaian persiapan infrastruktur yang diperlukan
• Penerapan secara bertahap beberapa PSAK berbasis IFRS

TAHAP IMPLEMENTASI (2012)
• Penerapan PSAK berbasis IFRS secara bertahap
• Evaluasi dampak penerapan PSAK secara komprehensif

Further Impact
Adapun manfaat konvergensi IFRS di Indonesia
1. Bagi Perusahaan
• Menciptakan efisiensi penyusunan laporan keuangan, karena perusahaan tanpa harus dua kali penyeragaman laporan keuangan ( jika memenuhi IFRS berarti telah memenuhi standar global).
• Menurunkan biaya modal dengan membuka peluang fund raising melalui pasar modal secara global. Yang artinya, jika penyeragaman laporan keuangan telah dipenuhi melalui IFRS maka kesempatan perusahaan untuk listed ke pasar modal dunia terbuka lebar.
2. Bagi Stakeholder
• Memudahkan pemahaman atas laporan keuangan dengan penggunaan standar akuntansi keuangan yang dikenal secara internasional (enhance comparability)
• Adanya transparansi global yang diakui secara internasional
3. Bagi Negara
• Indonesia mendapat pengakuan maksimal dari komunitas internasional yang telah lama menganut standar ini.
• Meningkatkan arus investasi global melalui transparansi
• Memperkokoh arsitektur ekonomi nasional

Conclucion:
Adanya standar baru yang bersifat global berupa IFRS menunjukan bahwa segala sesuatu pasti mengalami perubahan dan terus mengalami perkembangan. Dengan turut serta dalam arus perkembangan global sebagai indikasi bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang concern terhadap perkembangan dunia. Dengan ini pun, Indonesia yakin bisa membuka kesempatan baru untuk dapat meningkatkan kualitas laporan keuangan berbagai usaha dan perusahaan dalam negeri untuk dapat listed ke dalam pasar modal dunia.
readmore »»  

Jumat, 17 Februari 2012

Apa Kabar Indonesia di 2050?



Ya, apa kabar negara kita di 2050? Dihitung mungkin terlalu jauh menatap 48 tahun ke depan dengan lantang bagi negara yang masih sedikit-banyak merangkak untuk terus tumbuh. Tapi, sesuatu akan menjadi besar jika ia memiliki harapan besar, mimpi, bahkan cita-cita besar. Lini yang akan jadi titik pijak tulisan ini adalah bidang yang sedang saya geluti; ekonomi, ya, ekonomi syariah atau istilah sekarang "Ekonomi Islam". Kenapa ini menarik? Hal ini menjadi menarik karena bergulirnya isu bahwa" the conventional system starts to bury themselves". Sedang kini, pesona syariah kian memikat hati dunia bahkan negara-negara biru yang kian meruntuhkan keyakinannya terhadap "the invisible hand". Gelagat "free Riba" yang ditawarkan system syariah serta "great to be partnership" adalah good offering yang kian ditebar oleh Ekonomi Syariah/Ekonomi Islam masa kini.

Kembali menilik 2050, siapa yang akan menjadi rajanya ekonomi di 2050? Januari lalu, Karen Ward, ekonom senior HSBC internasional memperbaharui laporan yang dibuatnya setahun lalu, "The World in 2050: Quantifying the Shift in The Global Economy". Dalam revisinya itu, 100 negara diramalkan akan memimpin ekonomi dunia. Situasi akan berbalik di 48 tahun ke depan karena diperkirakan advance economy tidak lagi akan memimpin, justru emerging markets. Bersumber dari majalah Sharing yang saya baca, Ward dan tim research development HSBC menempatkan 19 negara berkembang dalam 30 pemimpin ekonomi dunia pada 2050. Siapa mereka? ya, pasti anda telah bisa menebak the top position will be taken by BRIC (Brazil, Rusia, India and China)plus ASEAN akan selalu mengiring sebagai calon pemimpin ekonomi dunia di masa datang.

China diprediksi menempati nomor 1, India di peringkat 3, Brazil pada posisi 7 dan Indonesia di peringkat 17 serta negeri jiran diprediksi diperingkat 21 diikuti Arab Saudi pada satu tangga di bawahnya.

Apa yang menjadi tolak ukur?

1) Demografi akan sangat berpengaruh
Demografi akhirnya menjadi penentu. China misalnya, kini populasinya berkisar 1.362 dan diperkirakan akan mencapai 1.426 (2050). Ini akan berpengaruh pada pendapatan per kapita (GDP) USD 2.579 menjadi 17.759. Maka economic size pun melonjak dari USD 3.511 M menjadi 25.334 M (harga konstan USD 2000) (sumber: majalah sharing feb 2012)
Namun sebenarnya pertumbuh penduduk produktif China jauh lebih kecil dibanding Arab Saudi yang berada pada level 70% hingga 2050. Namun human capital dan economic governance lebih berpengaruh. China memiliki kebijakn ekonomi agresif dan human capital yang beragam kapabilitasnya dan begitu dimaksimalkan negara sehingga 40% masyarakat China bekerja di bidang pertanian sesuai kapabilitasnya, sisanya berada dan menggeluti dunia bisnis di level UMKM hingga korporasi. Sehingga China tetap menempati klasmen puncak sedang Arab Saudi di posisi 22.

Bagaimana dengan negara kita?
sangat menarik, ward memprediksi bahwa lonjakan tinggi akan dialami negara kita (Indonesia)dalam hal pendapatan per kapita yang tadinya berada di posisi USD 274 menjadi USD 1.502 (2050), hingga dapat berada di peringkat ke-17 sebagai pemimpin ekonomi dunia pada 2050.
Tak harus mempercayai prediksi ini. Namun boleh juga dijadikan indikasi karena growth pattern yang disusun oleh Ward. Hal inilah yang memberi pandangan bagi kita bahwa potensi itu ada di Indonesia. Populasi Indonesia menduduki posisi ke-4 (237 juta)terbesar di dunia dengan jumlah penduduk produktif 133juta (prediksi lembaga riset global RAND). Lagi-lagi diperkirakan pada 2050 , data PBB yang dielaborasi Ward menyebut, populasi Indonesia bisa saja mencapai 288 juta jiwa dengan penduduk produktif mencapai 153 juta jiwa di 2050.

2)Potensi Ekonomi Syariah
Di Indonesia jumlah penduduk muslim kurang lebih 80% dari total penduduk dan 57% adalah penduduk produktif itu artinya jika kita korelasikan dengan data BPS 2010 mencatat UMKM di Indonesia mencapai angka 52 juta, dan menyumbang sebesar 54 % pada GDP kemudian mampu menyerap 99% tenaga kerja. Maka bercermin pada growth pattern Ward bahwa demografi bisa menjadi acuan, maka UMKM lah yang menjadi andalan Indonesia di masa datang. Karena 99% penduduk produktif ada di sana, kita boleh melihat raksasa Asia semisal China yang mampu menggenjot secara optimal demografinya sebagai andalan.

Bicara mengenai Ekonomi Syariah, maka Islamic Microfinance adalah salah satu kekuatan ekonomi syariah Indonesia. Menurut Prof Dr. Humayon Dar, pakar ekonomi syariah asal Inggris mengatakan bahwa Indonesia akan menjadi pemimpin keuangan syariah dunia pada 2023 (majalah sharing edisi feb 2012)andalannya adalah sama yaitu,populasi. Ya, kekuatan sektor riil Indonesia di masa depan ada di UMKM, sedang sektor keuangannya ada di keuangan mikro. Dan di sanalah ekonomi syariah dapat mengambil peran. Sebagai contoh misalnya BMT ( Baitul Maal waa Tamwil) di Indonesia yang kian ramai dan tumbuh bahkan diyakini dapat menjadi soko guru perekonomian Indonesia di masa datang sebagai wajah baru koperasi yang goes to national. Wallahuaalam Bisawab...
readmore »»  

Jumat, 09 Desember 2011

Bercermin dari Magicnya *Lele Lela* Sedunia






Sebenarnya artikel ini saya tulis hanya untuk menekankan sekali lagi pada teman-teman saya kalau ini bukan ajang promosi suatu produk, toko atau resto apapun. Saya hanya ingin mengulas atau katakanlah memotivasi diri bahkan mengambil banyak pembelajaran dari setiap cerita sukses orang-orang sukses.

Kali ini fenomena yang menjadi bahan sorot saya adalah dunia bisnis. Di mata saya, Bisnis yang benar-benar punya prospek ke depan atau masa depan gemilang adalah bisnis kuliner. Jika kita membicarakan masalah perut, maka tak akan pernah ada habisnya. Sayangnya ranah bisnis kuliner ini bukanlah model bisnis monopolistis. Kuliner adalah ladang bisnis heterogen yang siapa saja bisa jadi pemegang bahkan raja pasarnya. Sejauh yang saya amati, para raksasa bisnis kuliner memiliki dua kunci utama, yaitu kreatif dan inovatif. Beragam menu andalan, strategi segmentasi pasar dan strategi promosi, mereka kerahkan seoptimal mungkin dan semenarik mungkin, mulai dari penamaan warung, masakan, bahkan kostum. Hal ini dirancang seunik mungkin guna mengambil hati para pelanggan.

Yang menarik, kali ini saya akan mengulas strategi promosi yang diterapkan oleh salah satu waralaba yang kini melejit di JABODETABEK bahkan Bandung, Semarang dan sekitarnya. Ya, waralaba *Lele Lela*. Dari namanya terkesan biasa saja, namun jangan kira jika pendirinya adalah Bu Lela. Menurut Kang Ahmad Fadhilah, pemilik resmi *Lele Lela* Lela adalah singkatan dari Lebih Laku, yang jadi penekanan promonya adalah di balik nama Lela itu sendiri. Bayangkan, siapapun anda, jika anda bernama Lela, maka bisa makan sepuasnya seumur hidup di resto ini! Dengan syarat anda menunjukkan identitas resmi (KTP) anda. Begitupun jika anda berulang tahun tepat pada hari ini,maka cukup datang kesana, tunjukkan KTP anda, Daaaannnn... seluruh hidangan andalan lele lela bisa jadi santapan anda yang menggiurkan. Menu-menu penggoyang lidah itu antara lain: lele goreng tepung, lele fillet kremes, dan lele saus padang... Hmmmm yummy!!!!

Kini, Lele lela telah memiliki 27 cabang dan penjamuran di berbagai kota, bahkan hingga diminta buka cabang untuk negara Singapur, dan Malaysia. Jika dilihat dari awal usahanya, maka Lele Lela terhitung bisnis yang butuh proses panjang, from zero to hero. Dari modal yang hanya 2 juta rupiah, hingga kini menghasilkan omzet puluhan juta setiap bulannya. Hal ini bukanlah semudah membalik telapak tangan, namun kerja keras, kreativitas, kesabaran, keuletan adalah racikan rahasia yang tersimpan di balik kesuksesan lele lela. Strategi promosi yang terhitung langka karena berani rugi, bukanlah sebuah kendala, tapi malah menjadi gerbang untuk mendongkrak kuantitas pelanggan. Pengunjung yang bercerita dari mulut-ke mulut tentang uniknya Lele Lela serta paket FREE untuk LELA SEDUNIA, kini berbuah profit yang kian deras mengalir. Kang Ahmad Fadhilah hanya ingin LELA sedunia bisa menikmati Magicnya rasa Lele Lela,hahaha. Dengan jargon terkenal Lele Lela *Bersama Kami PECEL LELE akan mendunia*

So guys, bagi kita semua yang ingin start up di dunia bisnis, mari kita gali kreativitas kita sedini mungkin, jangan lupa membalutnya dengan keuletan dan kesabaran. Dengan kerja keraslah serta munajah doa, maka *pintu rizki* InsyaAllah terbuka lebar bahkan aliran rupiah akan mengekor. Jadi Don't be give up, guysss... N let's try it!!! Semangat..

Wassalam :)









readmore »»  

Rabu, 30 November 2011

Buka Mata!! Kita Memang Perlu Bergerak Extra....

Menarik, ketika semalam saya berdiskusi dengan teman saya yang juga salah satu mahasiswa di kampus yang sama, satu kelas, dan satu prodi(progam studi) dengan saya. Yang kami diskusikan lagi-lagi menyangkut hal yang sebenarnya sudah sering sekali di bahas di beberapa diskusi kelas di setiap mata kuliah yang berbeda. Hanya saja saya akui bahwa, bahan yang kami diskusikan ini terkadang selalu diakhiri dengan jawaban yang kurang memuaskan. Sederhananya seperti ini diskusi saya dengan seorang teman semalam di salah satu situs jejaring sosial, namun InsyaAllah ini menjadi bahan renungan, introspeksi bahkan menjadi jalan lahirnya solusi mutahir dari pembaca yang mungkin tanpa sengaja berkunjung di blog saya, kurang lebih seperti ini:

A:minta pendapat dong...
apa pendapatmu tentang *greening bank* yang masih lebih mengedepankan keuntungan dari pada kesejahteraan?

SAYA:menurut saya,...
sebagai sebuah lembaga yang bergerak dalam urusan finance maka wajar saja jika *greening bank* menginginkan keuntungan, karena toh dia profit and falah oriented. Apalagi kondisinya yang masih muda, dan SDM yang belum totally faham syariahnya...
tapi, jika sampai mengikis atau mengurangi porsi kesejahteraan masyarakat, maka itu zolim namanya, kan la takkullu amwalakum bainakum bil batil... harus ada tindakan atau regulasi yang menjadi media koreksi bagi *greening bank*, misal pemerintah dan atau DSN/DPS yang seyogyanya bisa mengarahkan atau mengingatkan alur orientasi *greening bank*.
itu pendapat saya....

A:DPS itu sebenarnya jalan gak sih??
kalo dilihat dari fakta, menurut saya *greening bank* itu sama saja dengan bank konvensional, sama2 profit oriented, hanya saja kalo di *greening bank* akad/ sistem nya pakai embel2 islam, yang mana sebenarnya dalam sistem tersebut malah terdapat konspirasi yang lebih parah dari bank konvensional..
skema murabahah misalnya, apa sih bedanya dengan kredit di konven??
boleh kita bilang *greening bank* menyebutkan keuntungan dan harga awal, tapi keuntungannya itu berbentuk fixed margin( keuntungan yang tetap) terus apa coba bedanya dengan bunga??yang menentukan keuntungan ya bank..
bukankah seharusnya di sana terdapat kesempatan bagi *greening bank* dan nasabahnya saling tawar menawar tentang margin tersebut??karena hal itulah yang akan membedakan *greening bank* dengan bank konven..
kalau misal keuntungan ditentukan oleh bank, apa bedanya coba dengan bank konven..?


SAYA: iya,,, itu saya setuju skali, terkadang sebagai nasabah yang tadinya kita berharap lebih,,yaa lebih syar'i, lebih ukhrawi, lebih islami gitu, tapi kenyataan di lapangan malah berbalik arah..

itulah,, kita memang masih harus banyak berbenah dalam hal sistem...
lihat aja tuh,,, para SDM yg menjadi crew oprasional sistem di *greening bank*, sampai yang membuat kebijakan bank, penyusun produk dan pelaksanaan hariannya kan orang2 *S.E* yang hanya dikasih asupan ilmu sekadar pelatihan 3 bulan bahkan 2 bulan, parah.. bukannya *S.E.I* tulen,,. Ya tidak salah atuh kalo nama produk *greening Bank* saja yang murabahah, mudharabah, ijarah, toh balik2 konven lagi...

tapi sekarang kita berbaik sangka saja dulu,,, image yang seperti itu, yang tampaknya jadi*rahasia umum* tidak kita telusuk lebih jauh..tugas kita sekarang berfikir kritis dan terus explore, lini mana yg harus kita tambal di hari kelak...toh kalo memang kita ingin mengajukan perbaikan, sebagai mahasiswa kita ada wadahnya kok. misalny ****(menyebut merek salah satu greening bank) dgn tawarannya berupa "maket online business syariah dan operasionalnya" yang dibuka untuk seluruh karyawannya dan masyarakat umum untuk menyampaikan kritik dan masukan bahkan ide bisnis yg jika bisa sukses kita presentasikan akan diberi apresiasi senilai $5000, itu yg nanti akan menjadi stimulan bagi masyarakat dalam mengkritisi *greening bank* lebih ilmiah dan penuh solusi. Coba deh ke link *** (menyebutkan link ke salah satu greening bank)

siapa lagi yang akan stand up menjadi nasabah greening bank jika bukan kita sendiri sebagai umat muslim...

itu pendapat saya...

A:S.E.I pun tidak menjamin, maaf kata, banyak temen saya yang jurusan Ekonomi Islam di kampus2 lain, mereka kuliah Ekonomi Islam itu tidak mempunyai orientasi untuk memajukan Ekonomi Islam ( memperbaiki greening bank), mereka hanya berorientasi dengan kuliah ekonomi islam akan lebih mudah kerja/masuk ke *greening bank*. Mereka juga tidak terlalu care dengan produk *greening bank*, atau akad2 *greening bank*, tentang tata caranya, mereka hanya care gimana biar gampang kerja di *greening bank*...

ohya, udah lihatkan debatnya Pak sayfii...
kalau saya lihat anak UKI bilang ekonomi islam satanic finance itu punya dasar, mungkin dia melihat fakta kejadian di *greening bank*..

jadi salah kalo kita bilang dia kurang baca, malahan mungkin dia melakukan pengamatan tentang *greening bank* dan konvensional bank..


SAYA:kalo masalah debat anak UKI, saya sependapat dengan Pak syafi'i...
anak UKI itu menilai Ekonomi Islam dari sistem yg kecil,,, kemudian merumuskan kesimpulan yg besar...
normalnya kita melihat hal yg besar, lalu kemudian merumuskannya dalam lingkup yang lebih kecil, bener ga???
misal: kita lihat di Indonesia, banyak orang mabuk, mencuri, jontos-jontosan, terus kita tahu mereka itu muslim...
eh, kita bilanglah...itu ISLAM SATANIC SYSTEM,,,wahhh,,, kesimpulan ini yg SALAH BESAR. Orang yang merumuskan ini totally kurang baca kaidah perumusan pengambilan ikhtisar bahkan kesimpulan... kita tidak boleh melihat sistem yg secuil, terus malah kesimpulannya yg lebih besar, harusnya sebaliknya toh....? bacaan yang luas terus diambil kesimpulan yg lebih kecil ruang lingkupnya...

Untuk kasus yang saya kasih di atas ini:
yang SATANIC itu bukan ISLAMNYA, tp muslim di Indonesianya (Oknum2 nya)...

sama seperti penilaian dari mahasiswa UKI loh bung,, yang SATANIC FINANCE itu *GREENING BANK* yang TIDAK SYAR'I nya *OKNUM2* bukan EKONOMI ISLAMNYA...salah kalau melihat sistem besar (Ekonomi Islam) dengan sistem yang kecil (Greening Bank). Mereka harus banyak baca lagi....(khususnya tentang EI itu sendiri)
itulah kenapa, wahyu pertama yang turun bukan semena-mena(sekonyong-konyong) Allah meminta kita untuk *Imani AKU* tidak, tapi DIA meminta kita untuk *BACALAH/iqra'*, karena IA ingin kita berfikir kritis namun realistis, jika kita sudah dapat logikanya, INSYAALLAH dengan sendirinya kita akan mengimani ALLAH yang memang HAQ...
itu pendapat saya...

sekali lagi bung, konsep ikhlas sedini mungkin harus kita terapkan agar tidak terjerumus pada konsep yang *wrong direction*...
kita (mahasiswa) memang terlahir untuk mengentaskan masalah, jika kita datang di area yang tenang tanpa ombak, rasanya kurang menggairahkan, kedewasaan kurang terpacu, pemikiran kreatif dan kritis juga enggan hadir... kitalah agent of change... siapkan mentalmu, secara teori mungkin kita atau tepatnya saya bisa berdalih, namun realita di lapangan seganas apa, kita belum pernah tahu....semoga kita tetap pada ethics istiqomah dan zero defect serta saling mengingatkan satu sama lain,... yakinkan... anda terlahir sebagai pejuang ekonomi robbani dengan tujuan madani, jangan mengalah dengan kondisi di lapangan yang mungkin konspiratif, tidak kondusif atau apalah namanya, tapi sekali lagi saya tekankan bahwa KITA adalah yang AKAN MEMPERJUANGKAN PERUBAHAN itu, jangan goyah,bung.. InsyaAllah dimudahkan... Wallahualam... :):)


readmore »»  

Rabu, 02 November 2011

Pesona Al-Quran bagi Para Ilmuwan

Al-Quran yang setiap harinya kita baca, ternyata anda tahukah?

Al-Quran-lah media yang menyambungkan anda pada sang Pencipta. Bagaimana anda bisa tahu??? ya, dari pesan yang tergambar dalam setiap huruf, kata, dan kalimat dalam kitab suci ini. Coba anda raih al-quran yang terpajang di atas lemari-lemari besar di rumah anda, bersihkan debu-debu di atasnya dan mulailah mengeksplorasi dan memahami bahkan mendalamai pesona-pesona itu...?


readmore »»