طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ #menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim# اطْلُبُوْا الْعِلْمَ وَلَوْ بِالصِّيْنِ #tuntutlah ilmu walau hingga ke negeri Cina#
Tampilkan postingan dengan label PTSB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PTSB. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 September 2014

Sejarah Berdirinya PT Semen Baturaja (Persero) Tbk di Sumatera Selatan


Pada tahun 1910 industri semen di Indonesia dipelopori dengan mulai beroperasinya NV Nederlands Indische Portland Cement Maatscapij (NIPCM), yang saat ini berganti nama menjadi PT. Semen Padang (Persero) yang berlokasi di Kota Padang, Sumatera Barat[1]. Pada saat itu NIPCM adalah satu-satunya produsen semen di Indonesia. Dalam rangka pengembangan industri semen di Indonesia, maka Direktorat Geologi bekerja sama dengan Biro Industrialisasi, pada tahun 1964 mengadakan survei bahan baku untuk pembuatan semen di sekitar Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dengan hasil yang menunjukan bahwa (Farisi, 2012):

  1. Terdapat cadangan batu kapur (±38.250.000 ton) dan tanah liat (±22.650.000 ton) yang kedua macam bahan baku tersebut cukup untuk beroperasinya pabrik semen.
  2. Lokasinya menguntungkan karena berjarak ±90 km dari tambang batubara Bukit Asam.
  3. Untuk memenuhi kebutuhan semen di daerah Sumatera Selatan.
  4. Penghematan devisa negara dan membuka lapangan kerja untuk 500 orang di Sumatera Selatan.
Hal tersebut menjadi salah satu latar belakang didirikannya PT SemenBaturaja (Persero) pada 14 November 1974 dengan akte Notaris Nomor: 34 oleh JFBT. Sinjal, S.H. di Jakarta dan kemudian dengan perubahan akta Nomor: 49 tanggal 21 November 1974, dan terakhir Nomor: 28 tanggal 19 April 1984 oleh Notaris Hadi Moentoro, S.H. di Jakarta.

            Pendirian PT. Semen Baturaja(Persero) diumumkan dalam tambahan Berita Negara RI No. 2 tanggal 7 Januari 1975 dengan pemegang saham pertama yaitu:
-          PT. Semen Padang (Persero)   : 55%
-          PT. Semen Gresik (Persero)    : 45%


Pada tahun 1975, Ishikawajima Harima Heavy Industries Co. Ltd dari Jepang berhasil memenangkan tender sebagai General Kontraktor atau kontraktor utama dengan ruang lingkup tanggung jawab untuk menyelesaikan seluruh manajemen proyek, perencanaan, penyediaan, pembelian, konstruksi, training, operasi dan pekerjaan lainnya yang diperlukan untuk beroperasinya sebuah pabrik semen berkapasitas 500.000 ton per tahun.

Tahun 1978 baru dilaksanakan pembangunan fisik oleh general kontraktor Ishikawajima Harima Heavy Industries Co. Ltd dari Jepang dengan mutu sesuai standar SII-0013/81, yang terdiri dari pabrik pembuatan terak/klinker di Baturaja (Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan) dan pabrik penggilingan dan pengantongan semen di Palembang dan Panjang-Bandar Lampung. Serta segala sarana yang diperlukan untuk beroperasinya pabrik semen tersebut.

Tanggal 30 Mei 1981 pembangunan pabrik dinyatakan selesai, barulah pada tanggal 1 Juni 1981 PT. Semen Baturaja memulai operasi secara komersil ditandai dengan peresmian operasi komersil oleh Presiden RI. Awalnya, PT. Semen Baturaja (Persero) hanya memproduksi semen Portland Type I (SNI-15-2049-94) pada bulan Juni dengan beban total produksi terpasang 450.000 ton per tahun. Tanggal 17 Desember 1997, PT. Semen Baturaja(Persero) berhasil meraih Sertifikat Sistem Mutu Internasional ISO-9002.

Untuk mengatasi masalah-masalah yang dihadapi dalam menyelesaikan proyek semen Baturaja, maka Negara RI dengan PP  No. 10 tahun 1978 memutuskan untuk melakukan penyertaan modal di PT Semen Baturaja (Persero) dengan komposisi modal:

-          Pemerintah RI                         : 90%
-          PT. Semen Padang (Persero)   : 5%
-          PT. Semen Gresik (Persero)    : 5%

            Pada tahun 1991 berdasarkan peraturan pemerintah No. 3 Tahun 1991 tentang pembahasan penyertaan saham modal Negara Republik Indonesia ke dalam modal saham perseroan, maka 100% pemegang saham perseroan adalah Negara Republik Indonesia dengan mengambil alih saham-saham yang semula dimiliki oleh PT. Semen Gresik (Persero) dan PT. Semen Padang (Persero).



[1] Semen Baturaja, 2013, tersedia dalam www.semenbaturaja.co.id diakses pada 19 Agustus 2013
readmore »»  

Kamis, 25 September 2014

Magang di BUMN: Kenapa PTSB?


Peran Akuntansi sebagai bahasa bisnis perusahaan dalam menyajikan informasi berupa laporan keuangan, serta mengkomunikasikan informasi tersebut kepada para pengambil keputusan dan interested users lainnya telah memberi pengaruh besar dalam perkembangan dunia usaha (Abdulrahim, 2010:2). Namun tak dipungkiri bahwa akuntansi konvensional yang kini terus berkembang masih kering akan nilai (Ahmed, 2012). Melalui akuntansi, berbagai pihak yang berkepentingan bisa saja melakukan berbagai cara untuk meningkatkan nilai perusahaan yang dikelolanya (Karnawati, 2012), termasuk melakukan praktik konservatisme yang sebenarnya bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Faktor ini yang kemudian membawa penulis untuk mempelajari Akuntansi Islam, yang penulis yakini mampu menjadi solusi terhadap praktik akuntansi konvensional yang masih kering akan nilai tersebut. 
     
Akuntansi Islam yang selama ini dipelajari penulis di bangku perkuliahan hanya berwujud teori-teori yang tentu akan sangat berbeda dengan praktiknya di dunia nyata. Implementasi Akuntansi Islam pula akan semakin sporadis, jika diaplikasikan tak hanya pada lembaga keuangan syariah. Untuk itulah, penulis berkeinginan menggali seberapa jauh praktik Akuntansi Islam dikenal oleh perusahaan-perusahaan dengan latar belakang non syariah, terutama pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang merupakan pengelola asset-asset strategis negara, disamping penulis ingin melihat lebih dekat dan mempelajari atmosfir dunia kerja yang sesungguhnya. Latar belakang inilah yang kemudian mendorong penulis untuk melaksanakan kegiatan magang di salah satu BUMN yang merupakan produsen semen terbesar di Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, yaitu PT. Semen Baturaja (Persero)Tbk (PTSB). BUMN dengan status perusahaan yang baru saja melaksanakan IPO (Initial Public Offering) atau penawaran saham perdananya kepada publik ini dianggap sebagai salah satu perusahaan dengan profitabilitas dan kinerja yang begitu baik di masa datang[1].





[1] Republika, 2013, tersedia dalam www.republika.com/ipoptsemenbaturajajuni2013/ diakses pada 19 Agustus 2013
readmore »»